Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kadin Sarankan Lion Air Perbaiki Kualitas Pelayanan

Antara , Jurnalis-Senin, 23 Mei 2016 |11:50 WIB
Kadin Sarankan Lion Air Perbaiki Kualitas Pelayanan
Ilustrasi
A
A
A

JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyarankan kepada Maskapai Lion Air untuk memperbaiki layanannya terkait dua kejadian di hari yang sama, beberapa waktu lalu.

Kejadian yang dimaksud, yaitu keterlambatan penerbangan akibat pemogokan pilot dan kelalaian prosedur dalam menurunkan penumpang internasional dari Singapura ke terminal domestik Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.

"Sebagaimana kita ketahui, Lion pemegang market share (pangsa pasar) terbesar untuk penumpang domestik. Namun, bicara kepuasan publik, sepertinya jauh. Kita lihat banyak keluhan di media sosial terhadap layanan mereka," kata Wakil Ketua Umum DPP Kadin Carmelita, di Jakarta, Senin (23/5/2016).

Pernyataan tersebut menyusul langkah Lion Air yang keberatan akan sanksi yang dijatuhkan dan justru melaporkan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Suprasetyo ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri 16 Mei lalu.

"Jadi alangkah baiknya kalau effoty-nya (usahanya) diarahkan untuk perbaiki layanan," ujarnya.

Carmelita juga mendukung langkah tegas Kemenhub dalam menindaklanjuti kasus tersebut. "Selama ini banyak pihak meminta pemerintah untuk tegas menegakkan regulasi. Karena itu, keputusan Dirjen Perhubungan Udara menjatuhkan sanksi merupakan hal tepat," tuturnya.

Menurut dia, kelalaian maskapai Lion Air menurunkan penumpang internasional di terminal domestik bukanlah pelanggaran sepele, sebab kejadian tersebut membuat penumpang internasional lolos begitu saja dari pemeriksaan imigrasi dan pemeriksaan lainnya yang diperlukan.

"Kita kalau masuk negara lain itu susah, kewaspadaan tinggi, sampai buka sepatu dan bongkar barang-barang. Bahkan ada beberapa orang yang harus diwawancara dulu. Kita juga seperti itu terhadap warga negara lain, apalagi ancaman terorisme makin nyata. Nah, ini penumpang internasional lolos dengan mudahnya dan kejadiannya tidak dilaporkan ke Otoritas. Ini berbahaya," papar Carmelita.

Sebagaimana diketahui, pihak Lion tidak segera melaporkan kejadian tersebut kepada Otoritas Bandara. Mereka baru melaporkan kala informasi tersebut sudah menyebar di media sosial.

Carmelita melanjutkan, pascasejumlah teror di Eropa, Kemenhub meningkatkan status kewaspadaan bandara. "Ini malah dibobol, ironi sekali," paparnya.

(Fransiskus Dasa Saputra)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement