Pada April 2016, polisi menerbitkan perintah penutupan selama dua pekan kepada sebuah bar di Beijing. Pasalnya, bar tersebut memanggungkan pertunjukan seni di mana pengunjung diperbolehkan menyentuh payudara perempuan. Restoran Lu sendiri menyajikan minuman dan makanan dalam wadah berbentuk alat vital baik laki-laki maupun perempuan.
Lu mengaku restorannya pernah dikunjungi satu kali oleh pihak kepolisian. Namun, ia tetap diperkenankan membuka restoran tersebut. Padahal, restoran tersebut memajang boneka seks di rak-rak dan para pelayan memakai celemek bergambar payudara.
Lu bahkan memiliki ide nakal lainnya. Demi meningkatkan gairah, ia ingin agar tangan konsumen perempuan diborgol dan membiarkan pasangan prianya menyuapi mereka. Lu juga ingin menawarkan agar konsumen bisa mencambuk para pelayan layaknya adegan seks hardcore.
Salah satu pelanggan mengaku ingin Lu segera mewujudkan ide nyeleneh tersebut sekaligus melewati batasan lainnya. “Saya pikir mereka bisa lebih gila daripada ini,” kata pelanggan bernama Eric Deng.
(Wikanto Arungbudoyo)