Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ini Alasan PKI Tak Incar Soeharto di Peristiwa 1965

Syamsul Anwar Khoemaeni , Jurnalis-Rabu, 01 Juni 2016 |18:12 WIB
  Ini Alasan PKI Tak Incar Soeharto di Peristiwa 1965
Foto: Illustrasi Okezone
A
A
A

JAKARTA - 1 Oktober 1965 silam, TNI AD menemukan jasad enam jenderal yang kemudian dijadikan sebagai pahlawan revolusi. Mereka adalah, Jenderal Ahmad Yani, Mayjen DI Panjaitan, Letjen MT Haryono, Letjen Siswono Parman, Letjen Suprapto, dan Mayjen Sutoyo Siswomiharjo.

Namun, disela diskusi 'Simposium Nasional Mengamankan Pancasila dari Ancaman PKI dan Idelogi Sejenis', seorang peserta menanyakan kenapa waktu itu, Letjen Soeharto tidak diincar oleh PKI.

Mendengar pertanyaan tersebut, Ketua Dewan Penasehat PWI, Tarman Azzam membeberkan alasan tersebut.

"Target PKI itu, selain enam jenderal ditambah termasuk Bung Hatta. Tapi karena pertimbangannya proklamator tidak jadi," kata Tarman di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Rabu (1/6/2016).

(Baca juga: Jika Minta Maaf ke PKI, Habib Rizieq Ancam Gulingkan Jokowi)

Adapun pembunuhan terhadap enam jenderal, lanjut Tarman, dilatarbelakangi oleh sakit hati PKI. Terlebih permintaan mereka agar angkatan ke-5 yakni buruh dan petani dipersenjatai tidak direstui.

"Kenapa Pak Harto tidak ada? Karena dia bukan termasuk Jenderal yang dimintai pertimbangan permintaan PKI untuk mempersenjatai angkatan ke-5. Mereka dendam dan jawaban dendam itu ya pembunuhan," tandasnya.

(Awaludin)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement