Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ini Saran Panglima TNI untuk Tangkal PKI

Syamsul Anwar Khoemaeni , Jurnalis-Kamis, 02 Juni 2016 |12:38 WIB
Ini Saran Panglima TNI untuk Tangkal PKI
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Selain ideologi komunis, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengingatkan bahwa paham neo kapitalisme dan neo liberalisme juga sanggat berbahaya. Bahkan, di barat, sejumlah negara mulai diserang krisis kepercayaan yang menjurus pada atheisme lantaran pengaruh ideologi tersebut.

"Yang berbahaya neo kapitalisme dan neo liberalisme. PKI berasal dari komunis Belanda pada 1914. Kewaspadaan krisis keyakinan meningkat di Barat dan Eropa. Contoh, Jerman penganut agama 82 juta, Prancis 68 juta, tapi yang hadir di gereja 10-15 persen," papar Gatot di simposium Anti PKI di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Kamis (2/6/2016).

(Baca: Panglima TNI: Pancasila Adalah Gotong Royong!)

Selain itu, lanjut dia, kunjungan warga ke rumah ibadah di Eropa menurun drastis dari tahun 1950 yang berjumlah 12 juta orang. Pada tahun 2000, menjadi hanya empat juta jamaah. Alhasil, sebanyak 60 tempat ibadah ditutup, dijual atau bahkan dihancurkan oleh otoritas setempat. Selanjutnya, lahan tersebut dialihfungsikan menjadi perumahan mewah, perpustakaan, serta bar dan restoran.

"Penurunan kunjungan jamaat dari 1950 12 juta, jadi empat juta tahun 2000. 60 tempat ibadah ditutup, dijual dan dihancurkan pertahun. Alih fungsi jadi perumahan mewah, perpustakaan, bar dan restoran. Gereja kehilangan 60 ribu jemaah pertahun," sambungnya.

(Baca: Soal Rekonsiliasi PKI, Menhan: Orangnya Sudah Mati)

Sebab itu, mantan KSAD itu menyebut, proses seseorang menjadi komunis, dilatarbelakangi oleh kesenjangan sosial. Terlebih untuk konteks Indonesia, nuansa kekerabatan secara perlahan juga mulai dihapus secra sistematis.

"Proses menjadi komunis karena kesenjangan sosial. Kekerabatan mulai dipupus. Mulai sekarang, mari kita stop main hakim sendiri. Patuhi hukum, berhenti silat lidah. Mulailah bermusyawarah. Saya sebagai panglima TNI, tidak bisa menjaga amanat UU jika hanya sendiri. Ancaman kita makin nyata, harus punya keberanian dan kebanggaan nasional. Memastikan bahwa ideologi kita bekerja dalam semua sisi kehidupan," tandasnya.

(Rachmat Fahzry)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement