TOKYO – Peneliti Jepang yang berada dibalik penemuan elemen 113, elemen atom pertama yang ditemukan di Asia; menamakan penemuannya “nihonium” yang berarti Jepang. Sebelum penemuan Nihonium, elemen-elemen atom selalu ditemukan di Eropa atau di Amerika.
“Saya percaya fakta bahwa kami di Jepang menemukan salah satu dari hanya 118 elemen atom yang dikenal memberikan penemuan ini arti besar,” kata pemimpin tim penemu Nihonium dari RIKEN Nishina Center for Accelerator-Based Science, Pofesor Kosuke Morita sebagaimana dilansir Reuters, Sabtu, (11/6/2016).
“Arti penting lainnya adalah sampai saat ini, semua elemen dalam tabel periodik ditemukan di Eropa atau Amerika Serikat (AS),” tambahnya.
Elemen 113 yang pertama kali ditemukan pada 2004. penomoran ini didasarkan pada jumlah atom atau proton yang ada pada nukleus atom. Elemen ini tidak ditemukan di alam dan harus disintesisi oleh manusia
Meskipun elemen tersebut diakui secara umum oleh Serikat Internasional Kimia Murni dan Terapan (IUPAC) pada Desember 2015, nama tersebut tidak diumumkan sampai Rabu, 8 Juni lalu. Nama itu akan menjadi permanen setelah uji publik selama enam bulan.
Jika disetujui, maka Nihonium akan bergabung bersama elemen-elemen lain yang juga baru saja diumumkan yaitu muscovium untuk elemen 116, tennessine untuk elemen 117 dan oganesson untuk elemen 118.
Nihonium akan menjadi elemen ketiga yang dinamakan dengan nama negara tempatnya ditemukan setelah sebelumnya telah ada polonium dan fransium.
(Rahman Asmardika)