ORLANDO – Pihak keluarga mengaku syok mendengar berita bahwa Omar Mateen, pemuda imigran asal Afghanistan berusia 29 tahun dengan keji membantai 50 orang, di sebuah klub gay “Pulse” di Orlando, Florida, Amerika Serikat (AS).
Diwakili sang ayah, Sediqque Mir Mateen via posting-an video di media sosial Facebook, menyampaikan penyesalannya dan permintaan maaf soal tragedi penembakan terburuk dalam sejarah Negeri Paman Sam tersebut.
Sebelumnya disebutkan bahwa pada Minggu dini hari, 12 Juni 2016 sekira pukul 02.00 waktu setempat, Omar Mateen menembaki para pengunjung klub LGBT (lesbian, gay, biseksual dan transgender) di Orlando.
Penembakan yang menewaskan 50 orang ini juga terjadi sehari, setelah seorang pria tak dikenal, menembak mati seorang penyanyi cantik, Christina Grimmie di kota yang sama. (Baca: Sempat Kritis, Penyanyi Cantik yang Ditembak OTK Akhirnya Tewas).