“Saya tidak tahu apa yang menyebabkannya melakukan hal ini. Sebelumnya dia bekerja di sebuah firma dan firma itu yang memberikannya sebuah pistol. Saya tidak tahu bahwa dia memendam kebencian,” tutur sang ayah di video itu, diwartakan NBC, Senin (13/6/2016).
“Saya benar-benar minta maaf dan saya menyesalkan hal ini terjadi kepada warga AS, terutama di bulan suci Ramadan ini. Apa yang telah dia lakukan telah membuat saya syok…saya meminta bantuan dan bimbingan Tuhan,” tandasnya singkat.
Omar Mateen sendiri disebutkan pernah ingin bercita-cita sebagai seorang polisi. Tapi Omar Mateen justru berakhir sebagai seorang satpam di sebuah firma global G4S di West Palm Beach sejak 10 September 2007.
“Kami syok dan sedih atas insiden tragis yang terjadi di sebuah klub malam di Orlando. Kami bisa mengonfirmasi bahwa Omar Matees sejak 2007 bekerja di G4S. Doa kami bersama teman-teman serta keluarga korban,” ungkap pernyataan G4S dilansir Metro.
(Randy Wirayudha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.