JAKARTA – Duta besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik menyebut teroris adalah orang-orang yang merasa diri mereka Tuhan. Mereka rela melakukan apapun untuk keyakinannya, padahal apa yang mereka lakukan sudah melebihi kewenangan Allah itu sendiri.
Membahas soal teroris, muslim pertama yang didaulat jadi dubes Inggris ini mengaku jadi selalu teringat kata-kata ibunya. Saat masih kecil, ibu dia selalu mengajari teroris itu berbahaya. Pemikiran kaum ekstremis menurutnya, sama sekali tidak mencerminkan ajaran Islam yang sebenarnya.
“Ibu saya selalu bilang teroris itu bahaya, jahat, buruk sekali. Karena itu, saya sangat menentang ideologi Takfiri, yang merasa dirinya paling benar, merasa diri mereka Tuhan. Sehingga bisa dengan gampangnya memutus nyawa orang. Mereka mengambil kekuasaan Tuhan, bertindak seperti itu padahal bertentangan dengan ajaran-Nya,” terang Malik, ketika ditemui selepas acara buka puasa bersama di Kedubes Inggris di Patra Kuningan Raya, Jakarta pada Senin 20 Juni 2016.
Terorisme memang bukan hal baru. Pergerakan sekelompok militan berkedok keagamaan ini telah banyak membuat orang salah menggeneralisasikannya dengan kelompok agama tertentu. Terutama sejak peristiwa 9/11 di Amerika Serikat, di mana Al Qaeda bertanggung jawab atas penabrakan pesawat ke menara kembar World Trade Centre (WTC), umat Muslim jadi sasaran sentimen negatif.
Kesannya, semua orang Muslim adalah teroris. Punya ajaran jihad, yang membuatnya jadi martir demi Allahnya dengan bom bunuh diri dan membawa orang-orang kafir ke alam baka serta. Cara pandang, yang jelas menurut Dubes Malik salah besar.
”Kita tidak harus mengkriminalkan seluruh umat muslim. (Jangan biarkan) satu miliar umat muslim, hanya karena sejumlah aksi yang dilakukan militan dan esktremis (menyandang status teroris juga),” demikian pernah dikatakan pria berdarah Pakistan tersebut dalam acara Diplomatic Forum: Global Cooperation In Coping With Radicalism di Gedung RRI, Jakarta pada Selasa 15 Maret 2016.
Takfiri adalah sekte muslim, terutama pada aliran Sunni. Golongan ini menganut ajaran bahwa agama selain yang mereka yakini adalah kafir dan murtad. Termasuk umat Muslim dari aliran lain. Meskipun sama-sama Muslim, tapi bagi penganut Takfiri, mereka hanya kaum Muslim yang tidak murni menjalankan ke-Islamannya dan diragukan keimanannya.
(Silviana Dharma)