Share

Paus Fransiskus: Gereja Harus Minta Maaf ke Kaum Homoseks

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Senin 27 Juni 2016 09:31 WIB
https: img.okezone.com content 2016 06 27 18 1425975 paus-fransiskus-gereja-harus-minta-maaf-ke-kaum-homoseks-IVX8CMz5Ao.jpg Konferensi pers Paus Fransiskus di atas pesawat menuju Vatikan (Foto: Tiziana Fabi/Reuters)

YEREVAN – Paus Fransiskus mengakhiri kunjungan ke Armenia pada Minggu 26 Juni 2016. Dalam perjalanan kembali dari Yerevan ke Vatikan, Sri Paus mengadakan konferensi pers di atas pesawat. Kepada wartawan, pria asal Argentina itu mengakui bahwa umat Kristiani dan Gereja Katolik berutang permohonan maaf kepada kaum penyuka sesama jenis atau gay.

Selain meminta maaf kepada kaum gay atas perlakuan gereja terhadap mereka, Paus Fransiskus juga menyarankan gereja meminta maaf dengan cara mereka memperlakukan perempuan, sikap acuh terhadap tenaga kerja anak, dan “memberkati senjata perang” di masa lalu.

“Saya pikir gereja tidak hanya harus meminta maaf kepada kaum gay yang merasa tersakiti, tetapi juga kepada kaum papa (miskin), kepada perempuan yang dieksploitasi, kepada anak-anak yang dipaksa bekerja. Gereja juga harus meminta maaf karena memberkati persenjataan,” papar pria berusia 79 tahun itu, seperti dimuat Reuters, Senin (27/6/2016).

Paus Fransiskus mengingatkan bahwa gereja mengajarkan kaum homoseks untuk tidak didiskriminasi. Sebaliknya, mereka harus dihormati dan didampingi. Gereja mengajarkan bahwa kecenderungan menjadi homoseks tidaklah berdosa, tetapi perilaku homoseks adalah berdosa. Karena itu, Sri Paus menyarankan mereka untuk segera bertobat.

Pria bernama asli Jorge Mario Bergoglio itu mengulangi kata-kata terkenalnya mengenai kaum homoseks dalam perjalanan ke luar negeri pertamanya pada 2013. “Pertanyaannya adalah jika seorang homoseks memiliki perilaku yang baik, dan mencari Tuhan, siapakah kita untuk menghakimi mereka?” ujar Paus Fransiskus secara retoris.

Paus Fransiskus banyak mendapat pujian dari kaum dan aktivis gay karena menjadi Paus yang paling memiliki belas kasihan kepada mereka dalam sejarah panjang Gereja Katolik. Pun begitu, para penganut Katolik konservatif mengkritiknya karena komentarnya mengenai moralitas seksual sangat ambigu.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

(wab)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini