QUEZON – Kepala Polisi Nasional Filipina (PNP) yang baru telah memberikan perintah pada Jumat 1 Juli 2016 untuk para polisi korup yang melindungi para gembong narkoba agar menyerah dalam waktu 48 jam atau akan terancam dieksekusi mati.
Kepemimpinan yang bersifat tangan besi dari Presiden Rodrigo Duterte tampaknya sudah mulai terasa. Sebab Kepala PNP yang baru, Ronald “Bato” de la Rosa akan menjalankan amanat dari Duterte yang tidak akan pandang bulu untuk menumpas kejahatan narkoba.
Dilaporkan, penegakkan hukum yang tegas tersebut bukan hanya untuk para gembong narkoba namun juga para polisi yang melindungi mereka.
“Menyerah dalam 48 jam atau mati,” ujar de la Rosa pada pidatonya ketika ia diangkat sebagai Kepala PNP yang baru, sebagaimana dikutip dari Phillippine Daily Inquirer, Minggu (3/7/2016).
Pernyataan dari de la Rosa serupa dengan apa yang disampaikan Duterte pada upacara pengangkatan Kepala PNP. Duterte yang memimpin upacara tersebut memerintahkan polisi yang korup untuk mengundurkan diri sebab ia bersumpah tidak akan memberikan toleransi kepada penegak hukum yang kotor.
“Saya tidak akan memimpin negara ini dengan polisi korup. Saya tidak akan mentoleransi (tepatnya saya) tanpa toleransi (akan menghukum) pelanggaran yang dilakukan oleh para penegak hukum, termasuk (para penyidik) di Biro Nasional Investigasi,” tutur Duterte di markas besar PNP di Camp Crame, Kota Quezon.
(Emirald Julio)