DHAKA – Polisi mengonfirmasi tujuh warga Jepang, sembilan warga Italia, satu warga Amerika Serikat (AS), satu warga India, dan dua warga lokal Bangladesh adalah 20 korban tewas dalam serangan di Kafe Holey Artisan Bakery di Dhaka pada Jumat 1 Juli 2016 malam waktu setempat.
(Baca juga: Drama Penyanderaan di Kafe Bangladesh, 20 Orang Tewas)
(Polisi mengepung Kafe Holey Artisan Bakery di Dhaka. Foto: Mohammad Ponir Hossain/Reuters)
Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina telah mengumumkan dua hari berkabung nasional dalam tragedi yang juga menewaskan dua anggota kepolisian itu. Hasina juga mengutuk keras serta meminta warganya untuk bersatu padu melawan para kriminal.
Pihak kepolisian Bangladesh mengakui bahwa mereka menembak mati seorang pembuat pizza di Kafe Holey Artisan Bakery tersebut karena mengira dia adalah anggota kelompok bersenjata. Selain itu, polisi juga merilis lima pelaku yang merupakan warga lokal Bangladesh, yakni: Nibras Islam, Rohan Imtiaz, Meer Saameh Mubasheer, Khairul Islam, dan Shafiqul Islam.
Tujuh jenazah warga Jepang telah diterbangkan ke Tokyo untuk diserahkan kepada keluarga. Jenazah tujuh orang itu disambut oleh Perdana Menteri Shinzo Abe dan Menteri Luar Negeri Fumio Kishida di Bandara Haneda, Tokyo pada Selasa 5 Juli 2016 pagi waktu setempat.
(Baca juga: Jenazah WN Jepang Korban Serangan Kafe Bangladesh Tiba di Tokyo)
(Menteri Luar Negeri Jepang Fumio Kishida menyambut jenazah warganya yang tewas di Bangladesh. Foto: Toru Hanai/Reuters)
Sementara itu, Perdana Menteri Italia Matteo Renzi telah mengetahui sembilan warganya yang tewas. Namun, ia tidak akan mengumumkan apapun hingga keluarga korban diberi tahu mengenai kabar kerabatnya. Yang pasti, jenazah mereka telah diterbangkan ke Roma dan pihak penyidik akan mencari tahu apakah warga Italia sengaja menjadi target atau tidak.
Seperti dimuat The Guardian, Rabu (6/7/2016), Menteri Luar Negeri Paolo Gentiloni memastikan para korban mendapat pendampingan negara sesuai amanat undang-undang Italia. Serupa dengan Kishida, Gentiloni juga menyambut jenazah warganya di Bandara Ciampino, Roma.
(Salah satu peti jenazah warga Italia yang tewas di Bangladesh tiba di Bandara Ciampino, Roma. Foto: Remo Casilli/Reuters)
Di sisi lain, seperti dimuat Asian Correspondent, Menteri Luar Negeri India Sushma Swaraj mengumumkan identitas warganya yang menjadi korban tewas lewat akun Twitter. Ia menyebut nama Tarishi Jain, seorang mahasiswa di Universitas California, Berkeley, Amerika Serikat (AS) yang berusia 19 tahun sebagai korban tewas.
2 #American College Students#FaraazHossain, left#AbintaKabir, right
Killed in #DhakaAttack #Bangladesh#tcot #cpc pic.twitter.com/HwPW0pSSKo
Sementara itu, dua mahasiswa dari Universitas Emory di Atlatanta, Georgia, AS juga menjadi korban tewas dalam serangan tersebut. Abinta Kabir, seorang warga AS, dan Faraaz Hossain yang lahir di Bangladesh turut menjadi korban tewas. Meski berasal dari universitas yang sama, keduanya tidak saling mengenal satu sama lain.
(Wikanto Arungbudoyo)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.