“Saya merasa lebih sedih, menyesal, dan ingin meminta maaf daripada yang Anda tahu atau yakini. Itu adalah keputusan tersulit, sangat penting, dan paling mengerikan yang saya ambil dalam masa jabatan 10 tahun sebagai PM Inggris. Tolong berhenti mengatakan saya adalah pembohong atau memiliki motif lainnya,” terang Blair, seperti dimuat Washington Post, Kamis (7/7/2016).
Foto: Tony Blair dalam konferensi pers (Stefan Rousseau/Reuters)
Pria berusia 63 tahun itu juga kembali menegaskan dirinya mengambil keputusan dengan itikad baik berdasarkan laporan pada waktu itu yang menyatakan Saddam Hussein memiliki senjata pemusnah massal. Blair juga menyatakan dirinya tidak pernah melewatkan satu hari pun tanpa memikirkan kembali apa yang telah terjadi dengan keputusan menginvasi Irak.
Jauh di seberang Samudera Atlantik, tepatnya di AS, mantan Presiden George Walker Bush juga bersikeras keputusannya untuk menginvasi Irak sudah tepat. Seperti diwartakan ITV, pengganti Bill Clinton itu yakin betul dunia akan jauh lebih baik tanpa keberadaan Saddam Hussein.
Laporan Chilcot yang disiapkan selama tujuh tahun ini mencakup kajian hampir sepuluh tahun keputusan kebijakan pemerintah Inggris dari 2001 sampai 2009. Meski menimbulkan kehebohan, PM David Cameron mengatakan hal ini adalah pelajaran yang harus dikaji untuk masa depan dan semua pihak yang mendukung aksi militer di Irak harus turut merasa bersalah.
(Wikanto Arungbudoyo)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.