Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

KTT ASEM Takkan Libatkan Pembahasan LCS

Silviana Dharma , Jurnalis-Kamis, 14 Juli 2016 |15:03 WIB
KTT ASEM Takkan Libatkan Pembahasan LCS
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Armanatha Nasir (Foto: Emirald Julio/OKEZONE)
A
A
A

JAKARTA – Juru bicara Kementerian Luar (jubir Kemenlu) RI, Armanatha Nasir mengatakan, isu Laut China Selatan (LCS) tidak masuk agenda pembahasan utama Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Europe (KTT ASEM) ke-11 yang akan digelar di Ulan Bator, Mongolia, pada 15-16 Juli 2016.

Sebelumnya, ketegangan di LCS kembali mencuat setelah Filipina, menang gugatan di Permanent Court of Arbitration (PCA), terkait klaim China atas pulau buatan di LCS.

Seperti diulas dalam konferensi pers di Kemenlu, Jakarta pada Kamis (14/7/2016), isu utama rencananya akan dibahas pada KTT 20 Tahun kerja sama Asia Eropa tersebut, antara lain mendorong penguatan pilar kerja sama ekonomi ASEM dengan lebih konkret, membahas masa depan ASEM.

"Apalagi ini sudah memasuki 20 tahun kerja sama antara kedua benua. Jadi yang diagendakan di sini adalah bagaimana performance-nya sejauh ini," ujar Armanatha.

Dua agenda lain yang masuk bahasan utama, ialah memperkuat konektivitas antar kawasan Asia dan Eropa, serta membahas isu-isu kawasan secara regional dan global.

Dengan tema "20 years of ASEM: Partnership for the Future trhrough Connectivity", ada tiga isu utama yang menjadi sorotan pemerintah Indonesia.

Pertama, mendorong kerja sama ekonomi, pendidikan serta preferensi terhadap konsep konektivitas yang komprehensif dan inklusif di kawasan Eropa dan Asia.

Kedua, mendorong pembangunan infrastruktur yang meningkatkan konektivitas, serta mendorong meningkatnya bisnis, pariwisata, perdagangan dan investasi.

Terakhir, Indonesia juga memandang pentingnya kerja sama penyebaran budaya damai dan toleransi. KTT ASEM yang didirikan pada 1996, saat ini beranggotakan 53 mitra, yang terdiri dari 21 negara Asia, 30 negara Eropa.

"Dan nantinya juga akan dihadiri beberapa lembaga internasional, seperti Sekretariat ASEAN dan Uni Eropa. Mengenai jumlah pasti negara yang akan hadir, baru bisa dipastikan nanti saat hari H," lanjutnya.

ASEM sendiri merupakan forum dialog yang ditujukan untuk menciptakan kemitraan dan kemajuan Asia-Eropa, memperkuat dialog yang setara dan membangun saling pengertian kedua kawasan. Sifat kerja sama forum internasional ini adalah informal, non biding, multidimensional dan evolutionary.

Fokusnya terletak pada tiga pilar kerja sama, yaitu politik, ekonomi dan sosial budaya. Gabungan keanggotaan ASEM merepresentasikan 60 persen penduduk dunia dan 60 persen perdagangan dunia.

(Randy Wirayudha)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement