NAURU – Mengungsi dari negeri asalnya, ribuan orang dari Myanmar hingga Timur Tengah mengharapkan nasib yang lebih baik di negeri orang. Australia pun jadi tujuan favorit yang ternyata, justru bak keluar mulut harimau, masuk mulut buaya.
Nasib mereka tidak lebih baik, lantaran oleh otoritas Negeri Kanguru, mereka dibuang ke Pulau Manus di Papua Nugini dan negara pulau terkecil di Pasifik Tengah, Nauru. Sejak 2013, gelombang pengungsi yang dibuang ke Nauru dimulai.
Namun berbagai pelecehan, kekerasan, hingga penganiayaan mulai dialami para pengungsi sejak 2014. Hal itu sempat terpendam hampir dua tahun, sebelum akhirnya satu tim jurnalis The Guardian, membocorkan lebih dari dua ribu laporan berbagai kasus yang mendera para pengungsi.
Nauru sebagiamana Papua Nugini, seolah jadi negara “klien” buat Australia. Negara tetangga di selatan Indonesia ini acap menyuplai berbagia bantuan dan menggunakan bisnis jasa pemerintah maupun perusahaan swasta, demi bergeraknya roda ekonomi Nauru.