HARI INI sekira 71 tahun yang lalu, Kaisar Hirohito menyatakan Jepang menyerah kalah dan mundur dari Perang Dunia II. Pengumuman ini datang, sepekan usai dua kota pentingnya, Hiroshima dan Nagasaki dibom atom oleh sekutu. Pasukan Jepang pun berangsur-angsur pulang kampung alias angkat kaki dari Indonesia dan negara jajahan lainnya.
Sesungguhnya, Negeri Matahari Terbit telah kalah sejak dibombardir Fat Boy dan Pac Man. Akan tetapi, dunia butuh konfirmasi. Saat itulah, 15 Agustus 1945, Sang Kaisar Agung bicara dan pernyatannya disiarkan melalui radio.
Peristiwa ini terbilang sangat penting artinya bagi negara beraliran Shinto tersebut, sebab hari itu merupakan pertama kalinya pemimpin simbolis yang didewakan itu berbicara melalui radio. Saking krusialnya, rekaman orasi Hirohito disimpan, dipublikasikan dan diterjemahkan pascaperang.
Dilansir History, Senin (15/8/2016), rekaman itu disinyalir menjadi bukti ketakutan Kaisar Showa pada masa itu. Ayah dari Kaisar Jepang sekarang, Akihito tersebut takut, jika terus memaksakan ikut perang, seluruh ras Jepang akan musnah.
Terkait peristiwa menyerah kalahnya Jepang dalam PD II, dua tahun kemudian momen bersejarah ini dimanfaatkan negara lain. Bukan dimanfaatkan dalam arti sebenarnya, tetapi dalam hal ini diadopsi oleh India sebagai hari bersejarah mereka juga.
Hari Kemerdekaan India pertama kali ditetapkan Perdana Menteri India Jawaharlal Nehru pada 26 Januari. Saat itu 1929, dia menjabat Presiden Kongres dan menyerukan kemerdekaan total dari pemerintahan kolonial Inggris.