Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Menengok Bunker Peninggalan Jepang Tak Terawat di Pulau Enggano

Demon Fajri , Jurnalis-Minggu, 21 Agustus 2016 |00:04 WIB
Menengok Bunker Peninggalan Jepang Tak Terawat di Pulau Enggano
Bunker peninggalan Jepang di Pulau Enggano. (Foto: Demon Fajri)
A
A
A

BENGKULU - Pulau Enggano merupakan satu dari ratusan pulau terluar yang ada di Indonesia. Pulau dengan luas sekira  40.260 hektare (Ha) ini terdapat di Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu.

Pulau yang terpaut 175 km dari Kota Bengkulu, ini bukan hanya menyajikan obyek wisata bahari. Namun, pulau yang dihuni oleh 3.738 jiwa penduduk tersebut juga memiliki jejak peninggalan zaman penjajahan Jepang, sekira tahun 1935 silam.

Peninggalan yang masih membekas itu, seperti bunker-bunker buatan tentara Jepang yang berfungsi sebagai pos-pos pengintaian untuk mengantisipasi serangan. Bunker itu terdapat di dua desa, yakni di Desa Malakoni dan Desa Apoho.

Tiga buah bunker itu cukup besar dan berbentuk lingkaran, berdiameter sekira tujuh meter hingga delapan meter dengan tinggi bunker sekira 2,5 meter. Setiap bunker memiliki pintu masuk dan dua buah lobang pengintai yang terdapat di bagian depan bunker.

Bunker itu sendiri terletak terpisah. Satu bunker di tepi Pantai Malakoni, Desa Malakoni. Sayangnya, saat ini bunker di lokasi itu sudah terkena abrasi air laut. Sehingga letak bunker sudah di dalam air laut.

Sementara bunker di Desa Apoho yang berjarak sekira 50 meter dari bunker Desa Malakoni juga telah terkena abrasi air laut. Kondisinya, sebagian bunker telah tertimbun pasir.

Kini hanya terlihat dua lobang pengintai dari bunker, namun pintu masuk di bagian belakang telah tertutup oleh pasir Pantai Apoho.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement