KUPANG - Ratusan pemuda dan mahasiswa dari 16 organisasi massa yang menamakan diri Aliansi Peduli Rakyat Ende melakukan unjuk rasa di Gedung DPRD Nusa Tenggara Timur.
Mereka menolak pembangunan Markas Komando Resort Militer di Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende-Flores. Para pengunjukrasa menilai, masyarakat Pulau Flores pada umumnya lebih membutuhkan pendidikan gratis, pelayanan kesehatan gratis, dan pembangunan infrastuktur untuk memacu perekonomian rakyat, bukan sebuah markas militer.
"Selama 32 tahun bangsa ini dikuasai pimpinan militer. Rakyat sengsara di mana-mana. Ada begitu banyak terjadi pelanggaran HAM dan kejahatan yang dilakukan secara institusi maupun oknum TNI. Karena itu, kami akan terus melakukan aksi penolakan terhadap kehadiran Korem di Ende Flores, yang saat ini memasuki tahapan sosialisasi," kata Imelda Maro, Koordinator Lapangan Aliansi Peduli Rakyat Ende saat berdialog dengan pimpinan dan anggota Komisi A DPRD NTT, di ruang rapat Komisi A DPRD NTT, Senin (4/2/2008).
Unjuk rasa sempat diwarnai ketegangan karena pimpinan dan anggota Komisi A DPRD NTT terlambat tiba di lokasi pertemuan.
Menurut Ketua Komisi A Marthen Darmonsi, secara kelembagaan DPRD NTT telah mempertanyakan pembangunan markas sejumlah institusi militer di NTT dua tahun terakhir. Sebab hal itu memberi kesan seolah-olah daerah ini (NTT) dalam kondisi darurat keamanan, sehingga perlu dibangun Korem di Flores, Brigade Infanteri di Pulau Timor, dan rencana pembangunan empat batalyon TNI lainnya dalam waktu dekat.
"Apa urgensi penambahan personel TNI dalam jumlah banyak maupun pembangunan institusi TNI lainnya saat ini? TNI perlu menjelaskan," kata Marthen.
Ia berharap, pimpinan TNI perlu melibatkan pemerintah dan rakyat untuk melakukan kajian secara objektif. "Apakah kondisi keamanan di NTT begitu kacau sehingga kehadiran institusi TNI begitu luar biasa," ujarnya.
Sementara Wakil Ketua DPRD NTT Kristo Blasin, mengatakan, sebagian masyarakat NTT dalam kondisi bingung karena tiba-tiba ada banyak sekali pembangunan markas militer di beberapa pulau di NTT dalam dua tahun terakhir.
"Pembangunan ini untuk kepentingan rakyat atau TNI?" ujarnya.
Menurut Kristo, pihaknya akan segera membentuk tim dan segera bertolak ke Ende guna menyerap aspirasi secara langsung dari masyarakat mengenai rencana pembangunan Korem tersebut.
(Nurfajri Budi Nugroho)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.