Dilansir History, Jumat (26/8/2016), Gaulle diberondong tembakan saat masuk ke Place de l’Hotel. Pendukungnya, pasukan Gerakan Prancis Merdeka sontak menamengi dia. Beberapa penembak jitu berhasil dilumpuhkan. Nyawa Gaulle terselamatkan.
“Ada banyak momen yang memang bisa terjadi di luar setiap kehidupan kita yang fana ini. Paris diamuk! Paris dipatahkan! Paris dianiaya! Tetapi akhirnya Paris dibebaskan!” serunya kala itu.
Setelah perang berakhir, De Gaulle membuktikan diri mampu menjadi pemimpin yang kiprahnya diakui dan dihormati bangsa-bangsa lain. Presiden Amerika Serikat Jenderal Dwight Eisenhower bahkan menolak mengakui pemimpin lain untuk Prancis selain de Gaulle.
Alhasil jenderal kelahiran Lille 22 November 1890 itu diangkat jadi Perdana Menteri Prancis pada 1 Juni 1958 sampai 8 Januari 1959. Lalu menjadi kepala pemerintahan sementara sampai dua kali masa jabatan.
Kematiannya terbilang mendadak pada 9 November 1970. Ia tutup usia pada 79 tahun karena pembuluh darah pada otaknya pecah. Meski sudah tiada, jasa-jasanya tetap dikenang. Sebagai bentuk penghormatan, namanya diabadikan menjadi nama Bandara Internasional di Paris. (Sil)
(Rifa Nadia Nurfuadah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.