Pengajian di Pesantren Buntet (Dwi Ayu/Okezone)
Gagal menangkap Muqoyyim, Belanda melampiaskan amarahnya dengan menghancurkan Pesantren Buntet. Mbah Muqoyyim kemudian berpetualang ke Pemalang sebelum kembali ke Cirebon dan membangun lagi Pesantren Buntet. Lokasinya bukan di Kedung Malang, tapi berpindah ke Blok Manis dan bertahan hingga sekarang.
Ketua Yayasan Pendidikan Islam Buntet Pesantren, KH Adib Rofiuddin Ihza menceritakan bahwa dulu masyarakat yang ingin mondok di Buntet merasa seperti dibuang. Sebab, pesantren itu berada di tengah hutan. Lokasi itu sengaja dipilih sebagai tempat persembunyian dari serangan Belanda.
"Sistem pendidikannya dahulu hanya mengaji saja, namun pascatragedi Sumpah Pemuda para kiai mulai berpikir untuk menerapkan pendidikan formal," kata dia beberapa waktu lalu.