VATIKAN – Paus Benediktus XVI angkat bicara mengenai pengalamannya sebagai pemimpin tertinggi umat Katolik sedunia sekaligus pemimpin Tahta Suci Vatikan. Pria asal Jerman itu mengaku mengalami kesulitan dalam pengambilan keputusan selama memegang jabatan tersebut.
Pria bernama asli Kardinal Joseph Ratzinger itu mengaku tidak nyaman selama delapan tahun memimpin Vatikan. Namun, Paus Benediktus tidak ingin masa jabatannya dianggap sebagai kegagalan. Fakta itu diungkap oleh harian Italia, Corriele della Sera.
“Salah satu titik lemah saya mungkin adalah kurangnya tekad untuk memimpin serta mengambil keputusan. Pada kenyataannya, saya merasa lebih seperti seorang profesor. Memerintah bukanlah salah satu kekuatan saya, tetapi jangan anggap itu sebagai kegagalan,” ucap Paus Benediktus, seperti dimuat Reuters, Jumat (9/9/2016).
Sejumlah momen sulit harus dilewati Paus Benediktus XVI selama memimpin Vatikan. Skandal pelecehan seksual oleh sejumlah Pastor dan korupsi yang menggerogoti Tahta Suci adalah dua di antara sejumlah skandal.
Joseph Ratzinger menjadi Paus pertama yang mengundurkan diri dalam 600 tahun terakhir. Paus Benediktus mengundurkan diri pada 2013 dan digantikan oleh Paus Fransiskus. Ia yakin di tangan pria bernama asli Kardinal Jorge Mario Bergoglio itu, Tahta Suci Vatikan akan semakin baik.
(Wikanto Arungbudoyo)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.