OSLO – Facebook akhirnya meminta maaf kepada Perdana Menteri Norwegia, Erna Solberg karena telah menghapus foto gadis kecil korban perang Vietnam yang telanjang dari akunnya. Permintaan maaf secara resmi itu disampaikan menyusul maraknya aksi protes dari Norwegia dan pengguna lain di jejaring media sosial tersebut.
“Terkadang, foto bersejarah seperti ‘Terror of War’ lebih penting daripada mengesampingkan ketelanjangan dari Facebook. Setelah mendengar alasan dari Anda dan pengguna lainnya dalam komunitas kami (di Facebook), kami memutuskan untuk menampilkan kembali gambar unggahan tersebut ke laman foto Anda,” tulis kepala operasi Facebook, Sheryl Sandberg seperti dilansir dari Metro, Rabu (14/9/2016).
Solberg tidak pernah menyangka bahwa foto bersejarah itu masuk ke dalam kategori terlarang di Facebook, semata karena menunjukkan ketelanjangan. Seperti diketahui, FB secara otomatis menghapus gambar-gambar semacam itu untuk menjaga kanalnya bebas dari pornografi yang mungkin diakses anak di bawah umur.
Foto yang dihapus adalah hasil jepretan wartawan foto Associated Press, Nick Ut pada 1972. Gambar tersebut memenangkan Pulitzer yang merupakan penghargaan tertinggi dalam bidang jurnalistik.
Dengan judul ‘Terror of War’, foto yang dimaksud menggambarkan anak-anak Vietnam yang berlari ketakutan akibat bom napalm yang dijatuhkan tentara AS di Trang Bang. Salah satu anak dalam foto tersebut, berlari dalam kondisi telanjang bulat karena pakaiannya hancur lebur terimbas bom.
(Silviana Dharma)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.