PYONGYANG – Kementerian Luar Negeri Korea Utara (Korut) mengatakan mereka siap untuk memulai serangan lainnya untuk melawan "provokasi" dari Amerika Serikat (AS). Provokasi yang dimaksud Korut adalah aksi terbangnya sejumlah pesawat bomber AS di atas langit Korea Selatan (Korsel) untuk menunjukkan solidaritas terhadap sekutu mereka.
Provokasi tersebut dilakukan AS uji coba nuklir Korut kembali dilancarkan. Nuklir Korut baru-baru ini adalah sangat dahsyat. Dalam uji coba tersebut, Korut mengklaim mampu menguasai kemampuan untuk membawa hulu ledak pada rudal balistik. Kesuksesan Korut ini tentu saja menjadi ancaman besar bagi AS dan para sekutunya.
Sebelum ini diketahui dua pesawat B-1 bomber AS terbang di atas langit Korsel pada Selasa 13 September. Aksi itu dilakukan sebagai bentuk kecaman atas tindakan Korut. "Orang-orang Korea siap untuk menggelar serangan lain untuk melawan provokasi AS," kata Menteri Luar Negeri Ri Yong Ho, sebagaimana dilansir Reuters, Jumat (16/9/2016).
Dalam pidato Ri Yong Ho pada pertemuan negara-negara Gerakan Non Blok di Venezuela, ia mengatakan Korut siap melakukan uji coba nuklir tambahan setiap saat.
Tes terbaru nuklir Korut telah membuat dorongan AS dan Korsel untuk memberikan sanksi yang lebih ketat kepada Negara Komunis tersebut. Kendati demikian, ide pemberian sanksi ekonomi untuk Korut disebut Kim Jong-un sebagai hal yang sangat menggelikan.
(Rifa Nadia Nurfuadah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.