nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Duterte: Latihan Militer AS-Filipina pada Oktober Merupakan yang Terakhir

Emirald Julio, Jurnalis · Kamis 29 September 2016 11:41 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2016 09 29 18 1501587 duterte-latihan-militer-as-filipina-pada-oktober-merupakan-yang-terakhir-JW2gd2tyZx.jpg Foto Duterte ketika memberikan pidatonya di depan komunitas pinoy di Hanoi (Foto: Facebook/Philippine Presidential Communications)

HANOI – Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyebut latihan militer gabungan antara Amerika Serikat dan Filipina yang diadakan pada Oktober merupakan latihan yang terakhir. Hal ini tentu saja dapat membuat AS merasa kebingungan, sebab Filipina merupakan sekutu terdekat mereka di Asia Tenggara.

Dilaporkan, Duterte menyampaikan hal itu ketika ia sedang melakukan kunjungan kenegaraannya ke Vietnam. Di depan para warga komunitas pinoy (masyarakat Filipina) di Hanoi, dengan gayanya yang santai dan tegas, Duterte mensinyalir hubungan militer AS dan Filipina  terancam dapat terganggu.

“Saya (akan) memberikan pemberitahuannya kepada Amerika. Saya (juga) akan memberi tahu Anda sekarang bahwa ini akan menjadi latihan militer terakhir. (Tepatnya) latihan militer gabungan antara Filipina-AS,” ujar Duterte, sebagaimana dikutip dari Reuters, Kamis (29/9/2016).

Namun, ia dikabarkan tidak bermaksud untuk mengakhiri aliansi militer antara AS dan Filipina yang sudah berjalan lama itu. Ia menegaskan hanya ingin membuat geopolitik di wilayahnya lebih stabil.

“(Filipina-AS) dijadwalkan mengadakan latihan militer bersama, di mana China tidak menginginkan hal itu,” tutur Presiden Filipina tersebut.

Dilaporkan, latihan militer AS-Filipina tahunan akan diadakan di Pulau Luzon dan Palawan pada 4-12 Oktober. Sedikitnya 1.400 tentara AS dan 500 tentara Filipina akan menghadiri latihan militer gabungan tersebut.

(emj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini