Kisah Pelajar di India yang Diperkosa dan Disiksa di Dalam Kelas

Sindonews, Sindonews · Jum'at 30 September 2016 17:55 WIB
https: img.okezone.com content 2016 09 30 18 1503063 orangtua-korban-pemerkosaan-khawatir-anaknya-tidak-punya-jodoh-whE3cFiiJM.jpg Ilustrasi pemerkosaan (Foto: Okezone)

HARYANA – Seorang siswi di India menjadi korban pemerkosaan di dalam kelas di sekolahnya. Orangtua korban kini takut putrinya tidak akan menemukan jodoh atau suami. Sejak mengalami serangan di dalam kelasnya, gadis berusia 15 tahun itu menutup rapat rahasia itu dari orangtuanya. Namun, upayanya tidak berhasil karena akibat pemerkosaan itu dia kini hamil tujuh bulan.

Gadis yang identitasnya dirahasiakan itu mengaku diserang selama satu jam di ruang kelas yang terkunci. Menurutnya, ada dua siswa yang menyerangnya di ruang kelas dan salah satunya mengancam akan membunuhnya jika dia mengungkap kejadian yang dialaminya. Kasus ini terjadi di desa kecil di Bhiwani, Haryana, India utara

“Siapa yang akan menikahinya sekarang? Dia mungkin tidak mendapatkan pekerjaan jika orang mengenal kisahnya. Saya hanya berharap dia tidak diejek di masyarakat dan tidak dinilai. Apa yang terjadi bukan salahnya; dia adalah korban di sini,” kata ibu korban yang identitasnya juga minta dirahasiakan, seperti dimuat Daily Mail, Jumat (30/9/2016).

”Saya benar-benar hancur. Saya tidak percaya itu. Saya merasa hidup dan masa depannya berakhir,” keluh ibu korban. Gadis itu mengatakan kepada polisi, bahwa awalnya dia sedang mencari kapur di ruang kelas. Tiba-tiba dua anak lelaki mengunci pintu kelas dan memperkosanya selama hampir satu jam.

“Kami butuh beberapa hari untuk sembuh dari syok. Kami memutuskan untuk berjuang dan memberikan putri saya dukungan yang layak. Kami akan melakukan segala yang kami bisa. Dia ingin menjadi dokter. Dia bertekad untuk mendapatkan pekerjaan yang baik,” sambung ibu korban.

Ayah gadis itu saat ini sedang menganggur. Dia juga sedih melihat putrinya tidak banyak bicara dan khawatir dengan nasib studinya. Ia mengaku anaknya itu adalah seorang yang periang dan siswi unggulan di sekolahnya.

Pejabat kepolisian setempat, Suman Rani, mengatakan kasus tersebut sudah didaftarkan dan nama kedua tersangka telah diketahui. Tersangka utama sudah ditangkap pada 28 Agustus 2016. Sementara itu, penyelidikan mengenai tersangka kedua masih berlangsung.

Pihak rumah sakit di Bhawani telah melakukan tes kehamilan. Dieketahui, gadis itu saat ini hamil 31 minggu. Sang ayah mengaku mati rasa dan syok mendengar kabar tersebut. Ia dan istrinya sempat terdiam beberapa saat untuk mencerna hasil tes dari rumah sakit. (war)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini