Saat ditanya apakah air tersebut benar-benar membawa berkah, dia menyerahkan kepada kepercayaan yang dipegang masyarakat.
"Itu kan bentuk dan coraknya beda-beda, karena itu dikasih oleh empat kerajaan dalam dan luar negeri. Kalau masalah berkhasiat atau tidak itu tergantung kepercayaan masing-masing,” jelasnya
Dijelaskannya, Kerajaan Mataram merupakan kerajaan Islam. Sehingga, sejumlah ritual tidak bisa lepas dari kandungan ajaran-ajaran Islam, termasuk doa dan tahlil saat prosesi dimulai. Selama mengisi enceh, abdi dalem pun melantunkan salawat.
Marjuki, salah seorang warga mengaku setiap tahun datang untuk 'ngalap berkah'. Ia pun membawa pulang sebotol air bunga, dan makanan yang dibagikan.
Setelah memperebutkan dengan wadah botol air mineral dan lainnya, warga kemudian menuju sebuah pendopo dimana ada beberapa abdi dalem yang membagikan makanan yang terdiri dari nasi gurih, ingkung ayam, dan apem. Sebagian besar tidak dimakan habis, namun menyisakan makanan untuk keluarga di rumah.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.