Pengusaha kelas kakap itu mengaku, terbuka dengan segala bentuk energi alternatif termasuk dari sumber daya angin, sinar matahari dan lainnya. Tetapi, Trump mengingatkan, banyak penambang batu bara Amerika kehilangan pekerjaan akibat yang disebut "batu bara bersih". Menurut Trump, banyak potensi kekayaan Amerika sudah ada di bawah tanah berupa batu bara.
"Saya akan menghidupkan kembali perusahaan-perusahaan energi. Mereka akan menghasilkan uang dan membayar defisit anggaran kita karena utang yang mencapai USD20 triliun. Tetapi, nyatanya kita kini menghentikan bisnis mereka," tukas Trump.
Kritik Trump ditangkis oleh Capres dari Partai Demokrat Hillary Clinton. Ia mengajukan gagasan independensi energi kepada penonton Debat Capres AS 2016 putaran kedua.
Menurut Hillary, untuk pertama kalinya, Amerika memiliki independensi energi. Amerika tidak lagi tergantung pada Timur Tengah meski mereka masih mengontrol banyak harga energi dunia.
"Harga minyak dunia menurun dan memberi dampak pada banyak perusahaan minyak. Namun Amerika berhasil memproduksi gas alam yang menjadi jembatan untuk lebih banyak lagi bahan bakar terbarukan. Saya rasa transisi ini sangat penting. Kita harus menjaga independensi energi ini. Saya optimistis Amerika akan bisa menjadi negara superpower dalam bidang energi bersih di abad 21 ini serta menciptakan banyak lapangan kerja dan bisnis baru," tandas Hillary.
(Rifa Nadia Nurfuadah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.