Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tak Setuju TNI Berpolitik, Menhan: Kondisi Politik Indonesia Belum Stabil

Bayu Septianto , Jurnalis-Senin, 10 Oktober 2016 |13:37 WIB
Tak Setuju TNI Berpolitik, Menhan: Kondisi Politik Indonesia Belum Stabil
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu
A
A
A

JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan), Ryamizard Ryacudu tak sependapat dengan pernyataan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang menginginkan TNI memiliki hak berpolitik.

Menurutnya, untuk saat ini TNI belum pas untuk berpolitik, lantaran kondisi politik Indonesia yang belum matang dan stabil.

"Kalau sekarang enggak pas, saya tidak mau (TNI) berpolitik. Kondisi kita kan belum matang berpolitiknya, jangan sampai nanti ada TNI PDIP, TNI Golkar, TNI apa nanti perang sendiri," ujar Ryamizard di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (10/10/2016).

Ryamizard menilai, bila saat ini TNI dipaksakan berpolitik, maka akan berpotensi terjadinya perpecahan di institusi TNI sendiri. Apalagi, saat ini Indonesia memiliki banyak partai politik yang hampir semuanya tak solid dalam berpolitik.

"Sekarang tidak boleh, kondisi pecah belah gini nanti TNI terpecah-pecah," tuturnya.

Meski begitu, Ryamizard menyetujui bila TNI atau Polri seperti zaman dulu, dimana memiliki utusan atau perwakilan di MPR RI. "Kalau itu saya setuju-setuju aja, tapi tidak berpolitik (praktis), jadi (hanya) politik negara, politik menyatukan bangsa," harapnya.

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan, saat ini TNI seperti warga negara asing. Sebab, TNI tidak mempunyai hak politik. Gatot berharap, suatu saat nanti TNI punya hak berpolitik. Namun, Gatot juga menegaskan, harapannya itu tidak untuk diwujudkan dalam waktu dekat.

(Fransiskus Dasa Saputra)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement