Lama Itigilov lahir ke dunia pada 1852. Sepanjang hidupnya, dia dikenal sebagai pemuka agama Buddha di zaman Tsar Rusia. Tepatnya sebelum Revolusi Bolshevik meletus dan menggulingkan monarki negara pecahan Uni Soviet tersebut.
Biksu yang kini jasadnya dipajang di museum dekat Ulan-Ude di Siberia tersebut pernah tampil membacakan doa dalam perayaan 300 tahun Keluarga Romanov pada 1913. Ia juga pernah membuka peresmian Candi Buddha pertama di St Petersburg, Datsan Gunzechoinei.
Pada 1927, Lama Itigilov tutup usia. Permintaan terakhirnya adalah dikuburkan dalam posisi lotus (posisi meditasi: duduk tega, kaki bersila di depan dan tangan di pangkuan). Penggalian terhadap kuburannya dilakukan pada 1955. Orang-orang sekali lagi dibuat takjub dengan kesalehannya karena jasadnya masih utuh dan tidak membusuk.
Pada 2002, jasadnya dikeluarkan dan dibersihkan lalu dipamerkan di museum Siberia. Beberapa tidak percaya kalau jasad sang biksu terawetkan alami. Sebagian orang meyakini kalau jasadnya telah digarami sebelum dikubur sehingga bisa tampak baru meninggal 36 jam.
Sementara para pengagumnya percaya kalau Lama Itigilov hanya berhibernasi, sudah tersempurnakan di nirwana (surga) dan ada juga yang yakin kalau dia sebenarnya masih hidup.
(Silviana Dharma)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.