Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Konflik Papua Kembali Mendunia pada Era Pemerintahan Jokowi

Badriyanto , Jurnalis-Kamis, 13 Oktober 2016 |16:50 WIB
Konflik Papua Kembali Mendunia pada Era Pemerintahan Jokowi
Presiden Joko Widodo. Foto Antara
A
A
A

JAKARTA – Koordinator Jaringan Damai Papua, Pastor Neles Tebay, mempertanyakan keseriusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengakhiri konflik Papua.

Ia menilai bahwa konflik di tanah Cenderawasih kembali mendunia saat kepemimpinan Jokowi. Hal itu terlihat dengan adanya sidang internasional pada September yang mengangkat isu konflik di Papua.

"Masalah Papua diangkat dalam sidang negara-negara Asia Pasifik. Terakhir itu konflik Papua terakhir dibawa ke sidang umum tahun 1970-an," ungkap Neles dalam acara diskusi di Kantor SETARA Institute, Jakarta Selatan, Kamis (13/10/2016).

Menurut Neles, diangkatnya konflik Papua pada sidang internasional menandakan bahwa dunia masih mempertanyakan komitmen Indonesia untuk menyelesaikan konflik Papua yang sudah berlangsung lama.

"Hal ini memperlihatkan dua hal. Pertama, berarti konflik ini belum selesai, konflik Papua masih harus dicari solusinya. Kedua, memperlihatkan bahwa masalah papua yang selama ini dianggap masalah internal Indonesia, sudah terjadi eksternalisasi konflik Papua," tambah Neles.

Lebih lanjut, ia meminta agar Presiden Jokowi segera menggelar dialog dengan masyarakat Papua dan tokoh-toko terkait lainnya untuk menghentikan eksternalisasi isu konflik Papua.

"Semakin pemerintah menunda dialog dengan Papua ini, semakin banyak lembaga yang membahas soal isu Papua ini, sehingga isu ini diinternasionalisasikan," pungkasnya.

(Rachmat Fahzry)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement