YERUSALEM - Badan budaya di PBB, UNESCO menyebut beberapa lokasi suci di Yerusalem tidak memiliki hubungan dengan Yahudi. Keputusan ini dirilis oleh UNESCO di laman resminya.
Tentu saja keputusan dari UNESCO ini langsung membuat geram Israel. Sebagaimana dikutip dari Independent, Jumat (14/10/2016) Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim resolusi dari UNESCO itu disponsori oleh negara-negara Arab.
Bahkan Netanyahu menyatakan UNESCO membantah hubungan Yahudi dengan situs suci di Yerusalem merupakan sebuah “teater kekonyolan”. “Tidak heran PBB telah menjadi lelucon moral saat UNESCO, badan PBB yang bertugas melestarikan sejarah, menyangkal dan mendistorsi,” tulis PM Israel itu di Facebook.
Resolusi dari UNESCO itu sendiri mematahkan klaim Yahudi terhadap Tembok Barat serta alun-alun yang warga Yahudi sebut Bukit Kuil. Bukit Kuil sendiri memiliki panggilan khusus oleh Muslim yaitu el-Harem al-Sharif.
“Mengatakan Israel tidak memiliki hubungan dengan Bukit Kuil dan Tembok Barat serupa dengan menyebut China tidak memiliki hubungan dengan Tembok Besar China dan Mesir tidak memiliki hubungan dengan Piramida,” tegas Netanyahu.
Dilaporkan, pada resolusi itu UNESCO juga mengkritik kebijakan Israel yang membatasi akses terhadap Muslim di lokasi-lokasi suci yang berada di Yerusalem. Resolusi UNESCO yang mematahkan klaim Israel itu didukung 24 negara, ditentang enam negara dan 26 negara lainnya abstain.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.