CIREBON - Susanti, warga Perumahan Bumi Arumsari, Desa Kepompongan, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengirim surat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ia berharap orang nomor satu di Indonesia itu bisa membantu agar putrinya, Chantiqa bisa menjalani kehidupan seperti bayi pada umumnya.
"Chantiqa divonis menderita atresia bilier atau kerusakan hati sejak usia dua bulan. Akibatnya, perut Chantiqa semakin membesar dari yang dulu hanya berukuran sekira 7 cm, kini sekira 48 cm," kata Susanti kepada Okezone, Selasa (18/10/2016).
Susanti mengatakan sejak Chantiqa berusia dua bulan, anak semata wayangnya itu harus berjuang menahan rasa sakit yang dideritanya. Saat itu, lanjut Susanti, matanya mulai berwarna kuning dan setelah dibawa berobat ke dokter spesialis, bayi berumur satu tahun itu divonis menderita atresia bilier atau kerusakan hati.
Sementara Susanti, hanya bisa pasrah dan berharap adanya bantuan dari Pemerintah Kabupaten Cirebon agar Chantiqa bisa diobati hingga ia bisa sembuh total.
"Chantiqa harus melakukan transpanlatasi hati atau cangkok hati dan itu biayanya sangat mahal," ucapnya.
Susanti pun tak mampu untuk melakukan pengobatan kepada Chantiqa seorang diri. Terlebih lagi, biaya yang diperlukan hampir Rp1,2 miliar, sedangkan pengobatan yang ditanggung BPJS hanya Rp250 juta.
"Untuk itu, karena Pemkab Cirebon tak kunjung memberikan bantuan, saya menulis surat untuk Presiden Jokowi yang isinya adalah curahan hati saya untuk bisa mengobati anak semata wayang," paparnya. (sym)
(Fransiskus Dasa Saputra)