PANGANDARAN – Sebanyak 149 murid SD Negeri 4 Kertamukti, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran dalam kondisi memprihatinkan selama hampir dua bulan.
Salah seorang guru SD Negeri 4 Kertamukti Ika Sartika mengatakan, murid kelas 3, 5 dan 6 belajar di ruang perpustakaan sedangkan murid kelas 1 dan kelas 2 menggunakan satu ruangan kelas secara bergantian pagi dan siang. Sementara murid kelas 4 terpaksa belajar di garasi sekolah.
“Kegiatan belajar tidak maksimal lantaran rangka atap bangunan yang berbahan baja ringan berjatuhan dan membahayakan murid dan pengajar di sekolah,” kata Ika, Minggu (23/10/2016).
Pada 2009, lanjutnya, saat masih bergabung dengan Kabupaten Ciamis, SDN 4 Kertamukti mendapat dana rehab dengan rangka atap baja ringan. Namun, belum genap 7 tahun, rangka atap bajaringan sudah berjatuhan.
“Dulu waktu pemasangan pihak rekanan menjanjikan ada garansi hingga 10 tahun, namun karena lokasinya di pinggir laut rangka atap baja ringan tidak bertahan lama,” terangnya.