Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Setelah 20 Tahun, IORA Hasilkan Kesepakatan Kerjasama

Raiza Andini , Jurnalis-Kamis, 27 Oktober 2016 |17:04 WIB
Setelah 20 Tahun, IORA Hasilkan Kesepakatan Kerjasama
Pertemuan Indian Ocean Rim Asssociation (IORA) di Bali. (Foto: Raiza A/Okezone)
A
A
A

NUSA DUA - Sudah dua dekade berdiri, baru tahun ini 21 negara pesisir Samudera Hindia menyepakati kerjasama dan komitmen terkait kawasan mereka. Kesepakatan mutlak tersebut tercapai dalam pertemuan Indian Ocean Rim Asociaton (IORA) ke-16 di Nusa Dua, Bali.

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno LP Marsudi menegaskan bahwa tugas utama pertemuan menteri-menteri negara pesisir Samudera Hindia terkait Bali Communique dan Gender Declaration sudah rampung. Selain itu, pembahasan mengenai dokumen penting IORA Concord sekaligus memperingati 20 tahun organisasi negara pesisir Samudera Hindia itu yang akan berlangsung pada 7 Maret 2017 juga telah diselesaikan.

"Alhamdulilah semua negosiasi sudah dapat diselesaikan. Kita juga ingin mendapatkan masukan dari negara anggota IORA terkait persiapan KTT pada 2017," ungkap Retno usai membuka pertemuan IORA di Nusa Dua, Kamis (27/10/2016).

Retno menambahkan, tidak hanya menyepakati dokumen IORA Concord, para delegasi IORA juga mempersiapkan rencana aksi sebagai wujud komitmen terhadap dokumen IORA Concord tersebut.

"Rencana aksi ini akan memudahkan kita untuk segera menjalankan IORA Concord, terutama karena dirinci jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Jadi semuanya sudah kita siapkan," imbuh Retno.

Dinilai Terlambat

Di sisi lain, banyak pihak menilai, asosiasi tersebut terlambat dalam menyusun IORA Concord. Namun, Deputi Menteri Luar Negeri Afrika Selatan Nomaindiya Cathleen Mfeketo, menampik hal tersebut.

Ia menegaskan, tidak mudah untuk menyatukan komitmen 21 negara ke dalam satu misi. Oleh karenanya, baru tahun ini IORA Concord dirancang dan langsung disepakati oleh negara-negara tersebut.

"Sama sekali tidak terlambat. Hanya baru saja dilakukan sekarang dan baru terlaksana karena takdirnya sekarang," terangnya.

Nomaindiya menjelaskan, selama bertahun-tahun, 21 negara yang tergabung dalam IORA masih memiliki isunya masing-masing, serta tidak terfokus pada persoalan yang sedang dilirik dunia saat ini seperti kesetaraan gender dan juga pertumbuhan ekonomi.

Namun sekarang, seluruh negara di pesisir Samudera Hindia yang tergabung dalam Indian Ocean Rim Association itu baru menyadari akan isu tersebut sehingga dibuatlah IORA Concord.

"Pada saat organisasi ini melambung, negara-negara fokus pada kemaslahatan Samudera dan kita tidak pernah berbicara tentang isu ekonomi. Tapi sekarang banyak negara yang meminta untuk membahas ekonomi dan ocean economy tertentu yang bisa ditangani dan menjadi tantangan untuk kita," tutupnya.

(Rifa Nadia Nurfuadah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement