Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

HISTORIPEDIA: Berakhirnya Partisipasi Kerajaan Ottoman di Perang Dunia 1

Emirald Julio , Jurnalis-Minggu, 30 Oktober 2016 |08:01 WIB
HISTORIPEDIA: Berakhirnya Partisipasi Kerajaan Ottoman di Perang Dunia 1
Foto HMS Agamemnon yang menjadi lokasi penandatanganan perjanjian Mudros (Foto: Naval History)
A
A
A

Negosiasi antara tim Calthorpe dan delegasi dari Konstantinopel yang dipimpin oleh Menteri Kelautan Ottoman, Rauf Bey, dimulai pada 30 Oktober 1918 tepatnya pukul 09.30. Negosiasi itu dilakukan di atas kapal perang Inggris, Agamemnon yang berlabuh di pelabuhan Mudros di Pulau Lemnos.

Perjanjian Mudros itu akhirnya ditandatangani oleh kedua belah pihak pada 30 Oktober 1918 malam dan dalam perjanjian itu kedua belah pihak sepakat untuk tidak terlibat kontak senjata keeseokan harinya. Selain itu, sesuai kesepakatan, Turki harus membuka jalur di selat Dardanelle dan Bosporus untuk kapal perang sekutu.

Tidak sampai di situ saja, Inggris juga meminta benteng-benteng milik Kerajaan Ottoman dijadikan basis okupasi militer sekutu, lalu membubarkan tentara Ottoman, melepaskan semua tawanan perangnya dan mengevakuasi provinsi Arab yang mayoritasnya sudah diduduki oleh pihak sekutu.

Bey dan delegasi dari Kerajaan Ottoman sebenarnya enggan mengakui itu sebagai aksi untuk menyerahkan diri. Namun, secara faktanya isi dari perjanjian itu membuat Ottoman semakin lemah dan menjadi penanda dua momen besar, yaitu berakhirnya partisipasi Ottoman di Perang Dunia 1 dan secara efektif memecah wilayah yang dikuasai oleh Kerajaan Ottoman.

Tanpa sadar pemenang dari Perang Dunia 1 sebenarnya membentuk wilayah baru di Kerajaan Ottoman melalui negosiasi damai pasca perang mereka. Percaya atau tidak, wilayah baru itu saat ini dikenal sebagai Timur Tengah (modern) yang kita semua kenal.

(Emirald Julio)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement