ERA komunikasi dan informasi menggeser arus serta gaya diplomasi para pemimpin di dunia. Tidak cukup hanya dengan sering tampil di televisi, radio, surat kabar maupun portal berita daring, mereka masih harus aktif menjaga kiprahnya di media sosial (medsos).
Fenomena ini membuat medsos seolah menjadi kebutuhan primer, dalam menggelorakan visi-misi, program kerja, buah pikiran, prestasi dan motivasi. Kampanye-kampanye partai politik sekarang ini juga tak jarang dipropagandakan lewat jejaring medsos. Apalagi menimbang bahwa saluran media yang sifatnya sangat interaktif ini lebih murah, mudah, cepat, pribadi dan langsung dibandingkan media periklanan konvensional.
Popularitas, elektabilitas dan akuntabilitas publik, semua bisa diraih dengan aktif menjalin komunikasi dua atau multi-arah di medsos. Keunggulan inilah yang era kini dimanfaatkan oleh banyak kepala negara dan pemerintahan di dunia. Mereka yang tadinya antimedsos pun, mau tak mau mengakui kalau suara mereka kini lebih didengarkan jika berkoar di saluran yang satu ini. Bahkan bisa juga digunakan untuk menjaring suara hingga menggiring opini kaum muda. Caranya, dengan aktif di platform, seperti Twitter, Facebook dan lainnya. Itu yang harus diupayakan.
Kepala negara yang berada di urutan teratas dalam daftar pemimpin dunia yang paling suka nge-Twit adalah Presiden Amerika Serikat Barack Obama (78,4 juta followers per Oktober 2016). Pengikutnya di Twitter bahkan yang terbanyak di dunia, setelah penyanyi Katty Perry (93,01 juta), Justin Bieber (88,15 juta) dan Taylor Swift (80,17 juta).
Twiplomacy, Minggu (30/10/2016) mencatat Presiden Obama adalah pelopor. Dia menjadi pemimpin pertama di dunia yang melirik keunggulan medsos dan berhasil menyedot dukungan banyak orang, bukan hanya dalam negerinya, tetapi komunitas internasional. Sehingga dia terpilih menduduki kursi orang nomor satu di Negeri Paman Sam pada 2007. Kepemimpinannya berlangsung selama delapan tahun dan berakhir pada tahun ini. Selama itu, dia telah aktif mengelola sendiri akun Twitternya @BarackObama dibantu stafnya dengan torehan lebih dari 15.400 kicauan.
Pemimpin dunia kedua yang paling banyak disukai pengguna medsos berlambang burung biru itu adalah Paus Fransiskus I. Namun karena kapasistasnya sebagai pemimpin negara independen terkecil di dunia, Vatikan di Roma, Italia, lebih sebagai pemuka agama daripada politik atau pemerintahan, Okezone pada kesempatan ini akan melewatkannya. Sekadar diketahui, Sri Paus memiliki sembilan akun Twitter yang ditujukan untuk merangkul doa dalam berbagai bahasa di dunia. Dan jika dijumlahkan, pengikutnya mencapai 28 juta sejak bergabung pada 2012.
Perdana Menteri India Narendra Modi yang menjadi salah satu pengikut @pontifex, faktanya mengekor di belakang Obama sebagai pemimpin dunia kedua yang paling banyak diikuti. Twiplomacy memprediksi, namanya akan terus meroket dan menjadi kepala negara yang paling banyak pengikutnya di Twitter pada 2017.
Berada di peringkat ketiga adalah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Kudeta militer yang gagal menggulingkan dirinya seolah menjadi bumerang bagi oposisi. Pasalnya, pascakudeta militer, ketenaran pemimpin Negara Eurasia ini malah melonjak tajam. Di Indonesia, bahkan ada akun Facebook Sahabat Erdogan yang terang-terangan menyatakan dukungan dan kekaguman padanya.
Menurut lembaga jajak pendapat Metropoll di Ankara, keterpilihan Erdogan meningkat dari yang hanya 50-52 persen menjadi 67,6 persen pascakudeta militer 15 Juli 2016. PM Turki, Binali Yildirim kabarnya juga kecipratan popularitas ini.
Di sisi lain, ada pemimpin dunia yang walau pengikutnya tidak sangat banyak, tetapi dianggap berpengaruh di medsos. Dialah Raja Salman dari Arab Saudi. Walaupun dalam daftar pemimpin dunia yang paling banyak pengikutnya di Twitter dia hanya bertengger di tangga keenam, dalam hal efektifitas penggunaannya, ia berada di urutan kedua setelah Obama. Hal ini dilihat dari segi kuantitas kicauannya yang di-retweet oleh warganet. Jika @POTUS mendulang 12.350 kali retweet. Kicauan @KingSalman disebarkan lagi sebanyak lebih dari 9.986 kali.
Angka ketujuh bisa jadi angka keberuntungan Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo. Sebab dalam 15 daftar pemimpin dunia yang paling banyak followers, Jokowi berada di posisi ketujuh. Seperti diketahui, Jokowi adalah presiden ketujuh NKRI. Akan tetapi, jika dibandingkan dengan mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono, popularitas Jokowi di medsos masih terbilang lebih sedikit.
Setelah Jokowi, ada PM Rusia Dmitry Anatolyevich Medvedev. Menjabat sejak 2012, nyatanya dia lebih populer dan aktif di medsos dibandingkan presidennya, Vladimir Putin. Bahkan, bisa dikatakan bahwa pria yang pernah menjabat sebagai kepala negara ketiga di Negeri Beruang Merah itu adalah presiden Rusia yang paling banyak pengikutnya di Twitter sejauh ini.
Satu-satunya pemimpin perempuan yang mendapat popularitas tertinggi di Twitter adalah Ratu Yordania, Rania al Abdullah (5,57 juta pengikut per Oktober 2016). Terlepas dari parasnya yang cantik, dia mengungguli kedudukan suaminya Raja Abdullah II di Twitter yang bahkan tidak masuk 15 besar pemimpin dunia paling berpengaruh di medsos.
Daftar 15 kepala negara dan pemerintahan yang paling banyak pengikutnya di Twitter menurut Statista per Mei 2016.
1. Barack Obama (Presiden AS) -> 74,93 juta
2. Narendra Modi (PM India) -> 19,91 juta
3. Recep Tayyip Erdogan (Presiden Turki) -> 8,34 juta
4. HH Sheikh Mohammed bin Rashid al Maktoum (PM sekaligus Wapres Uni Emirat Arab) -> 6,1 juta
5. Enrique Pena Nieto (Presiden Meksiko) -> 5,29 juta
6. Raja Salman bin Abdulaziz al Saudi (Raja Arab Saudi) -> 4,95 juta
7. Joko Widodo (Presiden RI) -> 4,94 juta
8. Dmitry Medvedev (PM Rusia) -> 4,92 juta
9. Ratu Rania al Abdullah (Ratu Yordania) -> 4,81 juta
10. Juan Manuel Santos (Presiden Kolombia) -> 4,44 juta
11. Beniqno Aquino III (Mantan Presiden Filipina) -> 3,1 juta
12. Nicolas Maduro (Presiden Venezuela) -> 2,8 juta
13. Mauricio Macri (Presiden Argentina) -> 2,93 juta
14. Rafael Correa (Presiden Ekuador) -> 2,73 juta
15. Datuk Sri Mohd Najib bin Tun Haji Abdul Razak (PM Malaysia) -> 2,7 juta. (emj)
(Silviana Dharma)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.