Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ngotot Ingin Ditemui Ridwan Kamil, Sopir Taksi Bikin Kadishub Gigit Jari

Oris Riswan , Jurnalis-Rabu, 02 November 2016 |13:28 WIB
 Ngotot Ingin Ditemui Ridwan Kamil, Sopir Taksi Bikin Kadishub Gigit Jari
Foto: Oris Riswan/Okezone
A
A
A

BANDUNG - Setelah hampir dua jam menggelar aksi di depan Balai Kota Bandung, massa dari Gabungan Pengemudi Taksi Bandung (GPTB) tetap bertahan. Mereka menunggu ditemui langsung oleh Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.

Tapi hal itu sulit direalisasikan karena pria yang akrab disapa Emil itu sedang berada di Jakarta. Ia dijadwalkan menjadi inspirator dalam acara di Kantor Pusat PT Pertamina pada pukul 14.00 WIB.

Selanjutnya, ia juga dijadwalkan jadi pembicara dalam lokakarya nasional revitalisasi proses musrenbang di Millenium Hotel. Para sopir taksi pun terus menanti.

"Bapak Ridwan Kamil, dengan segala hormat, mohon keluar temui kami," teriak salah seorang sopir di mobil bak terbuka yang dijadikan panggung orasi.

Satu per satu, para sopir taksi terus bergiliran memanggil Ridwan Kamil untuk menemui mereka. Bahkan untuk mengisi kejenuhan karena Ridwan Kamil tak kunjung datang, masa beberapa kali bernyanyi lagu 'Taksi Ilegal' yang bertemakan tentang nasib sopir taksi konvensional yang tergerus keberadaan taksi online.

Untuk menenangkan massa yang terus memanggil Ridwan Kamil, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung Didi Ruswandi menemui mereka. Tapi Didi yang bermaksud memberi penjelasan pada massa justru terpaksa harus gigit jari.

Massa dengan terang-terangan menolak kehadiran Didi untuk berbicara di hadapan mereka. Didi pun terpaksa meninggalkan lokasi karena tidak diinginkan para sopir taksi.

"Kami hanya meminta orang yang bisa memberi keputusan. Sementara bapak akan memberi pemahaman tentang peraturan menteri, tentang pasal, dan lain-lain. Yang kami butuhkan keputusan dari Pak Wali Kota," teriak Ketua GPTB Tedi Nugraha di atas mobil bak terbuka.

Menurutnya, kedatangan para sopir taksi adalah untuk menuntut janji dan pernyataan Ridwan Kamil yang dilontarkan enam bulan lalu. Saat itu, Emil menyatakan taksi online tidak boleh beroperasi di Kota Bandung karena terbentur regulasi.

Tapi keberadaan taksi online justru terus berkembang dan berdampak pada pemasukan sopir taksi konvensional. "Kami ke sini untuk menagih janji. Kalau Pak Wali dulu tidak janji, kami tidak akan datang ke sini. Mohon maaf sekali lagi (kepada Kadishub). Kalau hari ini ada kesepakatan bersama, kami akan bubar," jelas Tedi.

Hingga pukul 12.05 WIB, massa tetap bertahan untuk menyuarakan aspirasinya. Sementara sebagai buntut dari aksi tersebut, Jalan Merdeka, tepatnya dari perempatan Balai Kota hingga Mapolrestabes Bandung, terpaksa ditutup.

Kendaraan yang menuju Jalan Merdeka terpaksa dialihkan ke jalur lain, salah satunya ke Jalan Wastukancana yang mendadak jadi dua arah. Polisi pun bertugas di berbagai titik untuk mengatur kelancaran arus lalu lintas dan mengawal kondusivitas aksi.

(Risna Nur Rahayu)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement