Heru menyampaikan, potensi lahar hujan masih terjadi. Namun, pihaknya melihat justru ancaman banjir sungai kecil seperti kali trasi yang masuk di Kali Boyong, Kali Sempor dan denggung yang masuk ke Winongo.
Dijelaskannya, sungai kecil tersebut tidak berhulu di Merapi, sehingga tidak menjadi ancaman banjir lahar. "Ancamannya hanya banjir bandang, penyebabnya, beralihnya fungsi lahan dari sawah ke permukiman," bebernya.
Pihaknya pun mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dengan cuaca ekstrim seperti saat ini.
Sebelumnya, Koordinator Operasional Pos Klimatologi BMKG Yogyakarta Joko Budiono mengatakan, jika hujan deras dan angin kencang berpotensi terjadi di seluruh wilayah DIY. Salah satunya di wilayah utara Sleman atau di sekitar Merapi.
Prediksi curah hujan kategori tinggi 151 - 300 mm/dasarian atau sepuluh hari berpeluang terjadi di sebagia besar Sleman dan bagian utara Bantul, Kulonprogo, Gunungkidul. "Untuk Sleman curah hujan kategori tinggi terutama bagian utara atau kawasan Merapi," katanya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.