Selidiki Pelemparan Bom Molotov di Vihara, Polda Kalbar Libatkan Densus 88

Ade Putra, Okezone · Rabu 23 November 2016 19:28 WIB
https: img.okezone.com content 2016 11 23 340 1549553 selidiki-pelemparan-bom-molotov-di-vihara-polda-kalbar-libatkan-densus-88-2CBSuU1ZCF.jpg Ilustrasi (Foto: Dok.Okezone)

PONTIANAK - Kepolisian Daerah Kalimantan Barat akan meminta bantuan tim Densus 88 untuk menyelidiki kasus pelemparan empat bom molotov terhadap Vihara Budi Dharma, Kota Singkawang, pada Senin 14 November dini hari.

"Kami akan minta bantuan tim Densus 88 untuk menyelidiki kasus pelemparan bom molotov di Singkawang," kata Kapolda Kalbar, Irjen Pol Musyafak, Rabu (23/11/2016).

Musyafak mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan tim Densus 88, terkait penyelidikan pelemparan bom molotov di vihara yang berada di Jalan GM Situt tersebut. "Karena hanya mereka yang memiliki peralatan untuk penyelidikan tersebut," terangnya.

Kota Singkawang merupakan kota kedua terbesar di Kalimantan Barat, setelah Pontianak. Kota Singkawang dikenal dengan Kota Amoy.

Bertahun-tahun masyarakat berbeda suku, agama, dan ras di sana hidup berdampingan. Namun belakangan ini, sejak diselenggarakannya Pilkada, suasana di kota tersebut sedikit mencekam.

Beberapa waktu lalu Kota Singkawang diramaikan dengan kasus penyebaran kalender berlambang palu arit, kemudian pelemparan bom molotov dan batu terhadap dua Vihara. Terbaru, adalah pelemparan batu terhadap KPU dan perusakan Tugu Naga oleh massa pendukung salah satu pasangan.

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini