Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

HISTORIPEDIA: Amerika Serikat dan Uni Soviet Diskusikan Pengurangan Senjata Nuklir

Rufki Ade Vinanda , Jurnalis-Rabu, 30 November 2016 |08:04 WIB
HISTORIPEDIA: Amerika Serikat dan Uni Soviet Diskusikan Pengurangan Senjata Nuklir
Mantan Presiden AS Jimmy Carter dan Mantan Sekjen Uni Soviet Leonid Brezhnev menandatangani perjanjian SALT. (Foto: Bill Fitz-Patrick/Britannica)
A
A
A

Usulan tersebut disambut dengan skeptis oleh Uni Soviet. Bahkan sekutu AS sendiri percaya bahwa hal tersebut merupakan bagian dari salah satu strategi publik yang pasti tidak akan diterima Uni Soviet. Uni Soviet kemudian menanggapi usulan tersebut dengan rinci, yang intinya menghilangkan semua INF di Eropa termasuk rudal milik Prancis dan Inggris (sekutu AS) yang belum tercakup dalam wacana "zero option" milik Reagan. Rencana ini tentu saja secara otomatis akan membuat negara di bagian Eropa Barat tunduk pada Uni Soviet.

Usulan ini tampak tidak realistis. Dan meskipun sudah ada upaya diskusi, baik dari perwakilan AS dan Uni Soviet, pada akhirnya tetap tidak ada kesepakatan dicapai. Perjanjian tersebut terbengkalai, hingga kemudian pada Desember 1987, rencana tersebut disepakati oleh kedua belah pihak. Presiden AS Reagan dan Pimpinan Uni Soviet Mikhail Gorbachev setuju mengurangi peresenjataan rudal jarak menengah (INF) mereka.

Amerika Serikat dan Uni Soviet - kini Rusia - memang sudah tak terlibat konfrontasi nuklir. Namun AS harus mengahadapi masalah yang lebih pelik, yakni konfrontasi nuklir dari Korea Utara yang terkenal rajin melakukan uji coba rudal balistik mereka.

(Rifa Nadia Nurfuadah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement