Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

"Ahok Harus Menangis untuk Mendapat Simpati Publik"

Bayu Septianto , Jurnalis-Kamis, 15 Desember 2016 |06:40 WIB
Terdakwa kasus dugaan penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat menjalani sidang di PN Jakut. Foto Tatan Syulfana/Antara
A
A
A

Meski begitu, Hendri tetap meminta semua pihak untuk fokus dengan substansi persidangan, yang baru saja dibuka dengan pembacaan dakwaan dari JPU.

"Tapi yang harus kita Perhatikan adalah isi dakwaan jaksa, apakah memang dakwaan jaksa sudah sesuai dengan yang selama ini menjadi perhatian masyarakat atau tidak," tutur Hendri.

Seperti diketahui Ahok menangis saat menceritakan riwayat hidupnya. Ahok yang lahir dari pasangan nonmuslim di Belitung Timur, kemudian diangkat menjadi anak oleh keluarga muslim asal Bugis, Makassar, Sulawesi Selatan. Kecintaan Ahok pada keluarga angkatnya begitu membekas di hati Ahok. Suara Ahok tertahan ketika menceritakan kisahnya merawat sang ibu angkat hingga ke pemakamannya.

Bahkan usai persidangan, Ahok pergi ke ruang mediasi di gedung eks Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Di sana, kakak angkatnya, Nana Riwayatie telah menunggu. Di ruangan itu lah, keduanya menangis bersama. Nana yang berhijab memeluk Ahok dari belakang ketika gubernur nonaktif DKI Jakarta itu sedang duduk. Keduanya terlihat sangat sedih usai menjalani sidang perdana tersebut.

(Rachmat Fahzry)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement