Dubes Rusia untuk Turki Tewas Ditembak, Dunia Berduka

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Selasa 20 Desember 2016 02:14 WIB
https: img.okezone.com content 2016 12 20 18 1570821 dubes-rusia-untuk-turki-tewas-ditembak-dunia-berduka-6WrElTJ8Lb.jpg Dubes Rusia untuk Turki Andrey Karlov sesaat sebelum ditembak (Foto: Ugur Kavas/AFP)

KABAR duka datang dari Ankara, Turki. Duta Besar (Dubes) Rusia Andrey Gennadyevich Karlov ditembak oleh seorang petugas Kepolisian Turki bernama Mevlut Mert Altintas. Mantan diplomat Rusia untuk Korea Utara (Korut) itu akhirnya meninggal dunia setelah sempat kritis akibat luka tembak.

Duka mendalam dirasakan oleh Rusia. Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Maria Zakharova, menyebut kenangan akan Andrey Karlov akan hidup selamanya di hati warga Negeri Beruang Merah. Pria berkacamata itu disebut telah melakukan kerja yang sangat baik dalam menghadapi terorisme selama berkarier sebagai diplomat. Insiden penembakan tersebut akan diangkat Rusia lewat Dubes Vitaly Churkin dalam forum Dewan Keamanan PBB.

Ungkapan belasungkawa juga disampaikan oleh sejumlah tokoh dunia. Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson mengutuk penembakan tersebut. Lewat akun Twitter, mantan Wali Kota London itu menyebut tindakan tersebut sangat pengecut dan kejam. Hal senada diungkapkan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) John Kerry melalui juru bicaranya.

“Kami mengutuk aksi kekerasan ini, apapun alasannya. Doa kami bersama mendiang Karlov dan keluarga yang ditinggalkan,” ucap juru bicara Kementerian Luar Negeri AS John Kirby, seperti dimuat ITV, Selasa (20/12/2016).

Menteri Urusan Luar Negeri Uni Eropa, Federica Mogherini, juga turut berbelasungkawa. Perempuan asal Italia itu langsung menghubungi otoritas Turki untuk meminta penyelidikan lebih lanjut. Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy menyebut aksi terorisme semacam itu tidak memiliki tempat di masyarakat yang menganut sistem demokrasi.

Karlov ditembak sebelum menyampaikan pidato dalam ajang pameran seni fotografi yang diadakan Kedutaan Besar Rusia di Pusat Kesenian Kontemporer di Cankaya, Ankara pada Senin 19 Desember 2016. Acara tersebut diadakan untuk menunjukkan kedekatan hubungan antara Rusia dengan Turki. Tiga orang lainnya luka-luka dalam insiden tersebut dan mendapat perawatan di Rumah Sakit Guven.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini