“Seluruh dunia tahu, selama Suriah masih dalam genggaman rezim Assad, tidak akan ada peralihan politik. Kita juga tahu bahwa tidak mungkin para pemberontak ini bersatu dengan kehadiran Assad,” terangnya.
Pekan lalu, Menlu Rusia Sergey Lavrov menyatakan, Rusia, Iran dan Turki sepakat bahwa prioritas di Suriah adalah memerangi terorisme. Bukan untuk mendepak pemerintahan Assad.
Reuters mendapat bocoran bahwa ada kesepakatan yang dibuat ketiga negara itu soal Suriah hingga membuat mereka bisa bersatu. Rencananya, Suriah bisa dipisah ke dalam wilayah-wilayah kekuatan regional informal dan Assad akan tetap menjabat sebagai presiden untuk setidaknya beberapa tahun.
Di sisi lain, seorang pejabat tinggi pemerintah Turki mengutarakan, pertemuan-pertemuan mendatang kemungkinan akan membahas soal peranan Assad di tengah resolusi damai konflik di Suriah ini.
"Apakah Assad akan berada di pemerintahan, hal itu akan dibicarakan nanti," kata pejabat tersebut.
(Silviana Dharma)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.