China Targetkan Eksplorasi Mars pada 2020

Sindonews, Sindonews · Jum'at 30 Desember 2016 17:11 WIB
https: img.okezone.com content 2016 12 30 18 1579582 china-targetkan-eksplorasi-mars-pada-2020-l2vpnnpubK.jpg Tiga astronot China yang kembali dari misi luar angkasa pada 2008. (Foto: Reuters)

BEIJING – Sumpah China untuk menjadi negara pertama yang menjelajahi Planet Mars tampaknya akan coba diwujudkan dalam waktu dekat. Setelah menargetkan mendarat di bulan pada 2018, Beijing mematok ambisi untuk sampai di planet merah pada akhir dekade ini.

”Beijing akan meluncurkan wahana ke Mars pada 2020 untuk melaksanakan pengorbitan dan eksplorasi berkeliling planet tersebut. Nantinya, itu akan dilanjutkan misi kedua dengan fokus utama mengumpulkan sampel permukaan dari planet merah tersebut,” kata Deputi Kepala Administrasi Antariksa Nasional (NSA) China Wu Yanhua dilansir Sindonews dari CNN, Jumat (30/12/2016).

Tidak berhenti pada Mars semata, kata Wu, China juga berencana mengeksplorasi Jupiter dan satelit-satelitnya. ”Tujuan utama kita, pada sekira 2030, China akan menjadi kekuatan antariksa terbesar di dunia,” ungkapnya.

Sebenarnya China memang terlambat pada perlombaan eksplorasi antariksa. Beijing tidak pernah mengirimkan satelitnya hingga pada 1970. Padahal, Amerika Serikat (AS) telah mengirimkan manusia pertama ke bulan. Beberapa dekade setelah itu, China menganggarkan miliaran dolar dan fokus melakukan penelitian dan pelatihan pengiriman misi ke antariksa.

Hingga pada 2003 China mampu mendaratkan robot di bulan dan meluncurkan laboratorium antariksa. Beijing juga berhasil mengirimkan astronot ke laboratorium di orbit bumi. China menjadi negara ketiga setelah Rusia dan AS yang sukses mewujudkan ambisi di antariksa.

Bahkan, Wu mengungkapkan, China masih mempelajari kemungkinan pengiriman manusia ke bulan. Namun, fokus utamanya adalah menyiapkan robot untuk menjalankan misi di bulan. Beijing sedang membuat robot yang mampu mendarat dengan halus dan dikirim ke bulan pada sekira 2018.

”China akan bekerja sama dengan lembaga antariksa negara lain, seperti NASA,” kata Wu. Namun, Kongres AS melarang NASA bekerja sama dengan China karena alasan keamanan. Kemudian, program antariksa China juga bertujuan untuk melindungi keamanan nasional.

Beijing juga akan mendedikasikan program antariksanya untuk tujuan keamanan dan menentang perlombaan antariksa dengan negara lain. Presiden Xi Jingping menyerukan China harus memiliki kekuatan antariksa. Beijing juga sudah menguji coba misil anti-satelit.

Sementara, stasiun ruang angkasa yang masih beroperasi selain Tiangong milik China dan Stasiun Ruang Angkasa Internasional milik AS, Rusia, Jepang, dan Kanada yang dibangun 20 November 1998. Stasiun yang berada di orbit sekitar 6.542 hari itu pernah dikunjungi pesawat ulang-alik berawak sebanyak 88 kali dan tak berawak 94 kali.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini