Kendati demikian, sambung Awi, tim intelijen bersama Densus 88 Anti Teror ,masih terus bekerja di lapangan untuk mendeteksi kegiatan yang mengarah kepada rencana teror.
“Tim masih terus bekerja di lapangan, dalam artian tetap membuntuti, men-survailance kegiatan-kegiatan mereka khususnya jaringan garis keras ini agar kita tidak kecolongan dalam malam Natal dan Tahun Baru. Dengan kejadian penangkapan kemaren kita bisa ungkap yang mau ngebom Istana, mau bom di Bali, mau melakukan teror ke polisi,” tukasnya.
(Rachmat Fahzry)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.