GEGAP gempitan perayaan pergantian tahun 2016 ke 2017 melanda semua orang dengan berbagai aktivitasnya masing-masing. Namun sayangnya perasaan yang sama tak bisa dirasakan Zanette Kalila Azaria (Anet), gadis 13 tahun yang belum lama ini mengalami peristiwa tak terperikan di rumahnya sendiri.
Anet jadi satu dari lima korban selamat “pembantaian” sebuah rumah mewah di Pulomas, Jakarta Timur. Enam lainnya, termasuk kakak dan adiknya serta sang ayah, Ir Dodi Triono (59), tewas sehabis empat pelaku perampokan menyiksa dan menyekap mereka di sebuah toilet sempit.
Selain Anet, empat korban selamat lainnya adalah Emi (41) dan Santi (21) yang merupakan pembantu rumah tangga (PRT), serta Windy (23) dan Fitriani (23) yang merupakan baby sitter.
Tentu trauma yang tak terbayangkan masih akan menaungi Anet yang tengah tumbuh itu. Hidupnya yang biasa ceria dan ramai di tengah keluarga besarnya, kini sudah berubah setelah nyawa dua kakak dan ayahnya direnggut kawanan perampok sadis.
Luka-luka ringan yang dialami Anet serta empat korban selamat lainnya memang sudah membaik, sejak ditemukan polisi dan dilarikan ke Rumah Sakit Kartika Pulomas. Namun pastinya luka psikis Anet takkan lekang begitu saja.