Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

HISTORIPEDIA: Penguasa Muslim Terakhir di Granada Menyerah pada Pasukan Spanyol

Rahman Asmardika , Jurnalis-Senin, 02 Januari 2017 |07:56 WIB
HISTORIPEDIA: Penguasa Muslim Terakhir di Granada Menyerah pada Pasukan Spanyol
Lukisan La Rendicion de Granada karya Francisco Padilla Ortiz menggambarkan momen menyerahnya Emir Muhammad XII kepada pasukan Spanyol pada 2 Januari 1492. (Foto: Wikimedia)
A
A
A

PADA 2 Januari 1492, penguasa Muslim terakhir di Granada yakni Emir Muhammad XII menyerah kepada pasukan Spanyol yang dipimpin Isabella I dari Castile dan Ferdinand II dari Aragon. Peristiwa ini mengakhiri Perang Granda dan menutup Reconquista atau penaklukan kembali Semenanjung Iberia dengan kemenangan pasukan Kristen atas Kerajaan Muslim Moor.

Emirat Granada merupakan negara Muslim terakhir di Iberia selama lebih dari 200 tahun saat Perang Granada diumumkan pada 1482. Kerajaan yang dipimpin Dinasti Nasrid itu adalah sisa-sisa dari keagungan Kekhalifahan Cordoba yang terpecah pada 1031.

Granada sebenarnya sebuah Emirat yang makmur dan kuat pada zamannya. Tetapi setelah meninggalnya Emir Yusuf III pada 1417, terjadi perebutan kekuasaan yang memicu perang sipil yang berlangsung terus-menerus antarklan. Keadaan ini tentu saja melemahkan kerajaan tersebut, baik dari segi ekonomi maupun kekuatan militer.

Pada 1482, dua kerajaan kuat Kristen yaitu Castile yang dipimpin oleh Isabela I dan Aragon yang dipimpin Ferdinand II mengumumkan perang terhadap Granada. Perang ini dipicu pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan Emir Granada Abu I Hasan al Ali ke Zahara pada Desember 1481.

Di awal perang, kekuatan kedua belah pihak terlihat seimbang dengan kemenangan yang diraih secara bergantian. Namun setelah Abu Abdallah atau yang juga dikenal sebagai Boabdil memberontak terhadap ayahnya Emir Abu Hasan pada 1482, situasi memburuk untuk pihak Granada. Boabdil mengangkat dirinya sebagai emir bergelar Muhammad XII dan berperang dengan pasukan ayahnya dan pasukan Spanyol.

Boabdil tertangkap oleh pasukan Ferdinand pada 1483, tetapi dilepaskan dan digunakan untuk menghadapi pasukan Granada untuk membantu pasukan Spanyol. Emir Muhammad XII kemudian bertindak sebagai vasal dari Isabella dan Ferdinand setelah dijanjikan kemerdekaan terbatas dan kewarganegaraan untuk Granada di bawah kekuasaannya.

Di pihak Granada sendiri terjadi perpindahan kekuasaan dari Abu Hasan kepada adiknya Al Zagal. Emir Abu Hasan meninggal dunia tidak lama setelah dilengserkan oleh Al Zagal pada 1485.

Dua tahun setelah meninggalnya Abu Hasan, kejatuhan Granada semakin jelas terlihat. Mulai direbutnya kota pelabuhan penting Malaga, Kota Granada pun akhirnya dapat dikuasai sepenuhnya oleh Boabdil pada 1487.

Perang Granada tampaknya akan berakhir pada 1490 setelah Al Zagal menyatakan menyerah kepada pasukan Spanyol di Baza. Tak disangka, Emir Muhammad XII yang tidak puas dengan imbalan yang didapatnya setelah bersekutu dengan Isabella dan Ferdinand melakukan pemberontakan.

Emir Muhammad XII membatalkan statusnya sebagai vasal dan menyatakan perang dengan Ferdinand walaupun posisinya tidak menguntungkan dan hanya menguasai Kota Granada serta Pegunungan Alpujarras. Upaya Boabdil meminta bantuan dari Sultan Mesir tak mendapat tanggapan dan Granada akhirnya jatuh pada 2 Februari 1492 setelah dikepung selama lebih dari delapan bulan.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement