Namun, saat mereka bersiap untuk kembali ke barak, beberapa tentara yeng berada di luar rumah melepaskan tembakan, menyebabkan Menteri Donwahi, pejabat setempat, juru runding pemberontak dan beberapa jurnalis terjebak di dalam. Mereka baru dapat keluar beberapa jam kemudian.
Pernyataan dari Kementerian Pertahanan Pantai Gading membantah adanya penyanderaan yang dilakukan para tentara terhadap Donwahi.
“Pak menteri tidak terancam oleh para tentaranya tetapi terus melanjutkan pembicaraan,” demikian isi pernyataan tersebut.
Pantai Gading baru saja bangkit dari krisis politik dan perang sipil yang melanda negara itu dari 2002-2011 dan menjadi salah satu negara dengan perekonomian yang berkembang pesat di Afrika. Tetapi, militer yang terdiri dari gabungan pasukan pemberontak dan pemerintah membuat angkatan bersenjata negara itu terjangkit perpecahan internal.
Peristiwa kali ini terjadi hanya berselang dua tahun setelah terjadinya pemberontakan serupa yang juga diselesaikan pemerintah dengan menyetujui tuntutan para tentara. Digunakannya kembali solusi ini menimbulkan kekhawatiran terjadinya pemberontakan setiap kali para tentara memiliki tuntutan.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.