Abu Thalib: “Dia putra saya”
Bahira: “Tidak, dia bukan anak Anda karena ayah anak ini tak seharusnya masih hidup,”
Abu Thalib: "Ya, Anda benar. Dia keponakan saya, bukan putra biologis saya”
Bahira: “Lantas, apa yang terjadi dengan ayahnya”?
Abu Thalib: “Ayahnya telah meninggal saat anak ini masih di kandungan ibunya”
Bahira: “Ya, Anda telah mengatakan hal yang sebenarnya. Cepatlah bawa dia pulang. Lindungi dia dari orang-orang Yahudi yang iri. Demi Tuhan, jika orang-orang Yahudi melihat apa yang saya lihat, mereka akan berusaha menyakitinya karena keponakan Anda memperoleh reputasi dan kejayaan yang hebat di masa depan. Jangan tinggal di sini terlalu lama. Pastikan bawa dia pulang sesegera mungkin,”.