HISTORIPEDIA: Salam Perpisahan Presiden ke-40 AS Ronald Reagan

Silviana Dharma, Okezone · Rabu 11 Januari 2017 07:01 WIB
https: img.okezone.com content 2017 01 11 18 1588346 historipedia-salam-perpisahan-presiden-ke-40-as-ronald-reagan-PgChQkp9Q4.jpg Pidato perpisahan Ronald Reagan dari Gedung Putih. (Foto: Youtube)

TEPAT 28 tahun yang lalu hari ini, Ronald Reagan menyampaikan salam perpisahannya kepada seluruh rakyat setelah dua periode menjabat sebagai Presiden ke-40 Amerika Serikat. Sejam lagi, hal yang sama akan terjadi pada Presiden Barack Obama di Illinois, Chicago.

Melansir History, Rabu (11/1/2017), 11 Januari 1989 tiba saatnya Reagan mengucapkan selamat tinggal kepada rakyatnya. Meninggalkan Gedung Putih dan kembali ke masyarakat sebagai warga sipil.

Dengan penuh semangat, dia menyebutkan satu per satu prestasi politik luar negerinya selama delapan tahun menjabat. Di antaranya, berhasil membawa perdamaian di Teluk Persia, memaksa Soviet angkat kaki dari Afghanistan, membujuk Vietnam menarik pasukannya dari Kamboja dan mengusir pasukan Kuba pergi dari Angola.

Semua upaya tersebut dilancarkan terhadap negara-negara yang menganut ideologi komunis. Suatu pemikiran yang diyakininya menjadi ancaman utama bagi terwujudnya kebebasan dunia.

Dalam pidato perpisahannya, dia juga mendeklarasikan bahwa Negeri Paman Sam telah menemukan kembali komitmennya untuk mendukung kebebasan dunia pada 1980-an.

AS katanya, telah menjadi negara yang paling dihormati di seluruh dunia dan dipandang sebagai pemimpin. "Kuncinya adalah kembali kepada akal sehat yang memberitahu kita bahwa untuk melestarikan perdamaian, kita harus menjadi kuat lagi setelah bertahun-tahun dalam kelemahan," paparnya.

Terlepas dari segala torehan yang disebutkannya, Perang Dingin yang digencarkan Reagan telah memeras kas negara. Demi meningkatkan pertahanan negara, , AS jadi berhutang lebih dari USD1 triliun. Perdamaian di Teluk Persia pun sifatnya hanya sementara. Kelak penerusnya yang sama-sama diusung dari Partai Republik, George W Bush melahirkan perpecahan baru di kawasan tersebut.

Skandal lain yang menerpa Gedung Putih pada masa Reagan adalah kasus penjualan senjata Iran-Contra. Reagan belakangan diketahui telah menjalankan skema rumit penjualan secara diam-diam senjata ke Iran dan secara ilegal memasok perlengkapan militer juga kepada pasukan Contra di Nikaragua.

Meski meninggalkan hutang yang banyak dan skandal yang cukup memalukan, Reagan faktanya dikenang sebagai presiden AS yang paling populer di era modern. Seperti presiden terpilih 2016, Donald Trump, suami Nancy Reagan itu pernah berkarier di dunia hiburan. Dia adalah aktor pertama yang berhasil menduduki kursi kepresidenan AS.

(Sil)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini