UNI Soviet atau yang sekarang kita kenal sebagai Rusia, pada 17 Januari 1945 berhasil merebut ibukota negara Polandia, Warsawa dari cengkraman Jerman yang merupakan sekutunya.
Warsawa telah menjadi medan pertempuran sejak hari pertama pembukaan Perang Dunia II dimulai. Jerman mulai menyerang Polandia khususnya Warsawa dengan meluncurkan serangan udara pada 1 September 1939. Serangan tersebut kemudian dilanjutkan dengan pengepungan Kota Warsawa dan menewaskan sekira puluhan ribu warga sipil.
Sekira 25 % rumah warga dihancurkan oleh pasukan Jerman. Warga juga kehilangan pasokan listrik, air dan makanan. Hal tersebut membuat Warsawa menyerah total terhadap Jerman pada 27 September.
Sementara itu, Uni Soviet telah menguasai wilayah bagian timur Polandia sebagai bagian dari perjanjian Pakta Molotov-Ribbentrop (juga dikenal sebagai Hitler-Stalin Pakta) yaitu perjanjian Non-Agresi antara Jerman dan Uni Soviet untuk menduduki Jerman yang ditandatangani pada Agustus 1939. Tetapi tak lama kemudian Soviet memutuskan untuk mengabaikan perjanjian dan mulai berperang dengan negara sekutunya tersebut.
Pada Agustus 1944, Soviet memulai gerakan untuk mendorong Jerman barat keluar dari Warsawa. Pasukan garda terdepan Polandia khawatir, Soviet yang melawan Jerman tidak akan pernah meninggalkan Warsawa setelah mereka membantu pemberontakan terhadap Jerman.
Masyarakat Polandia berharap mereka bisa mengalahkan Jerman dengan kekuatan mereka sendiri. Dan berharap Soviet akan membantu membebaskan pejabat pemerintah anti komunis Polandia yang berada di pengasingan
Namun, sayang harapan warga Polandia jika Soviet bisa membantu pemberontakan Polandia, justru berakhir menyedihkan. Soviet diketahui justru hanya berdiam diri menyaksikan Jerman membantai masyarakat Polandia. Tak hanya itu Soviet juga mengirim warga Polandia yang selamat ke kamp konsentrasi.
Hal tersebut telah menghancurkan kepercayaan warga lokal yang Pro Uni Soviet. Uni Soviet kemudian dipimpin Jenderal Georgy Zhukov menyeberangi Vistula utara dan selatan dari ibukota Polandia, untuk membebaskan Warsawa dari tangan Jerman dan merebut Warsawa untuk Uni Soviet.
Kala itu, penduduk Warsawa perang tercatat sekira 1,3 juta orang. Namun, pascaperang berakhir penduduk yang tersisa hanya 153 ribu orang. (rav)
(Rifa Nadia Nurfuadah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.